Akar Tumbuhan Tumbuh Makin Dangkal, Apa Akibatnya? Halaman all

KOMPAS.com – Akar tumbuhan punya peran penting bagi permukaan Bumi. Akar memecah batuan dasar, mengangkut air dan nutrisi, serta menstabilkan bentang alam.

Akar sangat krusial sehingga para ilmuwan berhipotesis, bahwa evolusi mereka yang dimulai sekitar 415 juta tahun yang lalu mengubah bentang dalam dan perjalanan sejarah Bumi.

Tetapi hari ini, pertumbuhan rata-rata akar tumbuhan dunia menurut sebuah studi tumbuh semakin dangkal.

Baca juga: Bagaimana Akar Pertama Muncul di Bumi? Fosil Ini Beri Petunjuk

Mengutip Phys, Sabtu (19/11/2022) akar yang tumbuh lebih dangkal berarti makin sedikit tanah yang berakar. Akibatnya, dapat menyebabkan penurunan penyimpanan karbon, siklus hara yang kurang efisien, dan tanah yang kurang subur.

Peneliti Emma Hauser bersama rekan memberikan perkiraan pertama tentang perubahan global dalam volume tanah berakar, akibat penggunaan lahan yang didorong oleh manusia.

Mereka memeriksa perubahan dalam banyak jenis lingkungan, tetapi fokus pada dua lingkungan. Pertama adalah lahan pertanian di mana akar tanaman baris lebih dangkal daripada rumput asli.

Kemudian yang kedua adalah hutan, di mana akar tumbuhan berkayu biasanya menjangkau jauh ke dalam tanah.

Kedua lingkungan tersebut menjadi fokus karena lahan pertanian berkembang pesat sebagai akibat langsung dari manusia, sementara hutan meluas di beberapa tempat, terutama di lingkungan boreal lintang tinggi akibat karbon dioksida di atmosfer dan pemanasan.

Dalam studi, peneliti kemudian menggunakan data kedalaman akar dari dua database ekologi yang baru diperbaharui.

Peneliti juga menggunakan informasi tentang tipe tutupan lahan masa lalu dan saat ini untuk menghitung rata-rata kedalaman akar untuk berbagai ekosistem secara global di masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Mereka menemukan bahwa kedalaman akar sekitar 8 sentimeter rata-rata lebih dangkal saat ada perubahan ekosistem yang disebabkan manusia. Kerugian itu setara dengan sekitar 11,6 juta meter kubik tanah berakar.

Studi ini juga memperkirakan, berdasarkan proyeksi Intergovernmental Panel on Climate Change, volume pendangkalan akar global bisa mencapai 43,5 juta meter kubik pada tahun 2100 dan diperkirakan sekitar 30 sentimeter.

Baca juga: Mengapa Tumbuhan Tumbuh Lurus ke Atas?

Semak di Afrika Utara, Timur Tengah, Asia, dan Australia kemungkinan besar akan mengalami pendangkalan paling parah saat beralih ke padang rumput herba atau area pertanian dan penggembalaan.

“Ini berarti banyak karena mewakili banyak ruang bawah tanah yang tak lagi melakukan proses penyimpanan karbon dan air yang sama seperti sebelumnya,” kata Hauser.

Ada segudang konsekuensi dari kedalaman perakaran global yang lebih dangkal, termasuk pembentukan tanah yang lebih lambat atau lebih sedikit serta penurunan ketersediaan nutrisi. Untuk memahami sejauh mana dampaknya diperlukan studi lebih lanjut.

Studi dipublikasikan di Earth’s Future.

Baca juga: 7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *