Tag Archives: dengan

Manfaat Daun Tempuyung, Tumbuhan Liar dengan Segudang Khasiat Kesehatan Halaman all

KOMPAS.com – Daun tempuyung merupakan salah satu obat herbal yang membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Nama tempuyung mungkin terdengar asing di telinga. Namun, tumbuhan liar bernama ilmiah Sonchus arvensis ini sangat mudah dijumpai di pekarangan atau pinggir jalan.

Tempuyung memiliki ciri khas bunga kuning cerah yang lama kelamaan menjadi merah kecoklatan.

Helai daun tempuyung berbentuk lonjong dan berujung runcing dengan panjang 6-48 cm dan lebar 3-12 cm.

Menurut Setiawan Dalimartha dalam Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1 (1999), daun tempurung memiliki rasa pahit dan sensasi dingin.

Manfaat daun tempuyung, antara lain berasal dari kandungan alpha lactorcerol, beta-lactucerol, kalium, flavonoid, taraksasterol, inositol, silika, dan manitol.

Lalu, apa saja manfaat daun tempuyung?

Baca juga: 6 Manfaat Daun Sambung Nyawa, Tingkatkan Kesuburan hingga Turunkan Kolesterol

Manfaat daun tempuyung

Dihimpun dari beragam sumber, berikut merupakan manfaat daun tempuyung bagi kesehatan:

1. Menghancurkan batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di organ ginjal dan terasa menyakitkan saat buang air kecil.

Penelitian Prof. Dr. Sarjito dari UGM menunjukkan, daun tempuyung membantu melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Dilansir dari Kompas.com (31/3/2011), penelitian dengan dengan merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan suhu 30-35 derajat celsius.

Bahan percobaan tadi terbagi menjadi dua, digoyang seperti gerakan tubuh manusia maupun tidak.

Hasilnya, semua bobot batu ginjal dalam rendaman rebusan daun tempuyung berkurang.

Sayangnya, belum diketahui manfaat daun tempuyung untuk batu ginjal ini berasal dari senyawa mana.

Kendati begitu, penelitian lain membuktikan, kandungan kalium berperan dalam penghancuran batu ginjal.

Baca juga: Sayuran yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat, Apa Saja?

2. Menurunkan asam urat

Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat.

Saat kadar asam urat dalam tubuh tinggi, rasa nyeri dapat terasa pada sendi mana pun, termasuk pergelangan kaki, lutut, dan jempol kaki.

Dengan mengonsumsi daun tempurung, seperti menurut Kontan, turut membantu menurunkan asam urat, sehingga mencegah penyakit asam urat kambuh.

Manfaat daun tempurung ini berkat kandungan flavonoid, yang membantu menghambat kerja enzim xantin oksidase.

Enzim xantin oksidase sendiri memiliki peran dalam proses degradasi purin, dengan mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine, dan selanjutnya membentuk asam urat di dalam tubuh.

3. Mencegah kanker

4028mdk09 (https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=8037035) Ilustrasi tanaman tempuyung

Kanker adalah salah satu penyakit kronis akibat paparan radikal bebas. Berlebihnya radikal bebas dalam tubuh dapat diimbangi dengan antioksidan.

Berkat kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan, manfaat daun tempuyung dipercaya membantu mencegah kanker atau tumor.

Konsumsi makanan bersifat antioksidan ini akan mencegah sel-sel tubuh terkena stres oksidatif atau kerusakan yang menyebabkan beragam penyakit termasuk kanker.

Baca juga: 7 Tanda Hati Tak Sehat, Salah Satunya dari Warna Urine dan Feses!

4. Menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi saat tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.

Seseorang disebut mengalami hipertensi apabila tensimeter menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg.

Daun Sonchus arvensis membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Manfaat daun tempuyung ini berasal dari kandungan kalium dan flavonoidnya.

Kalium berperan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan darah.

Sementara flavonoid, bekerja sebagai ACE inhibitor yang membantu menghambat enzim untuk memproduksi hormon angiotensin II. Hormon ini bisa menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Manfaat daun tempuyung lainnya

Masih menurut Setiawan Dalimartha, daun tempuyung juga memiliki indikasi untuk mengatasi masalah kesehatan lain, termasuk:

  • Disentri (peradangan dan infeksi pada usus)
  • Wasir
  • Pendengaran berkurang atau tuli
  • Memar
  • Bisul dan luka bakar.

Baca juga: 5 Manfaat Daun Dewa, Cegah Kanker hingga Turunkan Kadar Gula Darah

Cara mengonsumsi daun tempuyung

Manfaat daun tempuyung diperoleh dengan mengonsumsi secara langsung atau merebus dan mengonsumsi airnya.

Sebagai lalapan, berikut cara mengolah daun tempuyung:

  • Ambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar
  • Cuci bersih dan asapkan daun sebentar
  • Kemudian, makan daun tempuyung sebagai lalap bersama nasi dan lauk lainnya.

Sementara itu, berikut cara menyeduh daun tempuyung untuk dikonsumsi airnya:

  • Ambil dua lembar daun tempuyung kering
  • Sedu dengan air satu gelas minum seperti membuat teh
  • Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat untuk membantu meredakan masalah kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Manfaat Daun Tempuyung, Tumbuhan Liar dengan Segudang Khasiat Kesehatan

KOMPAS.com – Daun tempuyung merupakan salah satu obat herbal yang membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Nama tempuyung mungkin terdengar asing di telinga. Namun, tumbuhan liar bernama ilmiah Sonchus arvensis ini sangat mudah dijumpai di pekarangan atau pinggir jalan.

Tempuyung memiliki ciri khas bunga kuning cerah yang lama kelamaan menjadi merah kecoklatan.

Helai daun tempuyung berbentuk lonjong dan berujung runcing dengan panjang 6-48 cm dan lebar 3-12 cm.

Menurut Setiawan Dalimartha dalam Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1 (1999), daun tempurung memiliki rasa pahit dan sensasi dingin.

Manfaat daun tempuyung, antara lain berasal dari kandungan alpha lactorcerol, beta-lactucerol, kalium, flavonoid, taraksasterol, inositol, silika, dan manitol.

Lalu, apa saja manfaat daun tempuyung?

Baca juga: 6 Manfaat Daun Sambung Nyawa, Tingkatkan Kesuburan hingga Turunkan Kolesterol

Manfaat daun tempuyung

Dihimpun dari beragam sumber, berikut merupakan manfaat daun tempuyung bagi kesehatan:

1. Menghancurkan batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di organ ginjal dan terasa menyakitkan saat buang air kecil.

Penelitian Prof. Dr. Sarjito dari UGM menunjukkan, daun tempuyung membantu melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Kaktus dan Keistimewaannya yang Identik dengan Gurun Tandus

Kaktus adalah salah satu tumbuhan yang memiliki keterkaitan erat dengan wilayah gurun. Seperti dikutip dari Britannica, kaktus merupakan tanaman yang memiliki hampir 2.000 spesies dan 139 genus. Tanaman ini familier dengan bentuknya yang khas, yaitu memanjang dengan duri-duri yang memenuhi sebagian besar fisiknya.

Di balik kekhasannya yang lekat dengan kawasan gurun, kaktus juga memiliki beberapa fakta unik yang mungkin belum diketahui, salah satunya umur yang panjang hingga dua abad. Selain fakta tersebut, berikut ini sejumlah fakta menarik kaktus yang dilansir dari berbagai sumber. Penasaran apa saja? Simak ulasannya di bawah ini ya!

1. Asal muasal kata kaktus

ilustrasi kaktus (Pexels.com/Thomas Plets)

Meski identik dengan daerah gurun, kata kaktus justru berawal dari daerah Yunani. Istilah kaktus berasal dari bahasa Yunani, yaitu kaktos. Kaktos sendiri adalah artichoke khas Spanyol atau juga dikenal dengan sebutan tanaman berduri Sisilia, sebagaimana dilansir Cactus Way.

Penggunaan kata kaktus dilakukan oleh orang Yunani untuk merujuk tanaman runcing yang sekilas secara fisik tampak seperti artichoke. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, orang Yunani dapat dengan mudah membedakan antara kaktus dan artichoke dengan karakteristik yang berbeda.

2. Memiliki umur yang panjang

ilustrasi kaktus (Pexels.com/Sini)

Tak seperti kebanyakan tanaman lain yang memiliki umur hidup relatif singkat, kaktus justru sebaliknya. Dalam tulisan di laman Apartment Therapy, disebutkan bahwa kaktus dapat hidup selama beberapa dekade sebagai tanaman hias dan ratusan tahun di alam liar dengan umur rata-rata antara 10 hingga 200 tahun.

Selain memiliki umur yang panjang, tumbuhan kaktus juga tumbuh dengan sangat lambat. Hal ini terjadi karena kaktus tidak mengandung klorofil pada daunnya. Pada dasarnya, klorofil hadir dalam daun pada sebagian besar tanaman dan membantu dalam produksi makanan cepat untuk tanaman. Karena adaptasinya di lingkungan yang ekstrem, fokus utama kaktus adalah bertahan hidup daripada bereproduksi.

Baca Juga: 6 Jenis Kaktus Hias yang Bisa Jadi Dekorasi Kamar Kos, Mudah Dirawat!

3. Mampu bertahan di gurun yang tandus

ilustrasi kaktus (Pexels.com/Yigithan Bal)

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Umur panjang yang dimiliki kaktus diperkuat dengan kemampuannya bertahan hidup, bahkan di wilayah dengan cuaca ekstrem sekali pun seperti gurun. Jarang terjadi hujan di gurun ditambah dengan sinar matahari gurun juga sangat panas dan mengeringkan air hujan dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam mengatasi kondisi kering dan panas di padang pasir, kaktus menyimpan banyak air saat hujan turun sehingga mampu bertahan hidup. Kaktus memiliki sistem perakaran yang dangkal agar dapat menyerap air sebanyak mungkin. Akarnya hanya sedalam 1,3 cm sehingga air hujan tidak butuh waktu lama untuk mencapainya untuk diserap. Setelah diserap, tanaman menyimpan galon air di batangnya sehingga terlihat membesar.

4. Tak hanya tumbuh di gurun

ilustrasi kaktus (Pexels.com/Snow White)

Kaktus selalu identik dengan kawasan gurun. Hal ini bukan tanpa sebab mengingat sebagian besar tumbuhan kaktus menempati daerah tersebut. Meski begitu, kaktus tak selalu tumbuh di gurun, tetapi juga wilayah-wilayah yang lain. Kaktus merupakan tanaman yang sangat adaptif dan mampu beradaptasi dengan iklim yang berbeda.

Mengutip laman Succulent Alley, kaktus dapat bertahan hidup dengan baik di daerah tropis, bahkan di pegunungan bersalju seperti Alpen. Kawasan pegunungan memiliki cuaca yang ekstrem dengan curah hujan yang minim. Namun, kaktus dapat mengumpulkan kelembapan dari salju. Salju jatuh di bagian duri dan kemudian mencair menjadi air yang dapat diserap oleh akar tanaman.

5. Memiliki warna yang bervariasi

ilustrasi kaktus (Pexels.com/Scott Webb)

Kebanyakan tumbuhan kaktus memiliki warna tanaman yang spesifik, yaitu hijau. Namun, ada juga warna lain yang dimiliki oleh tumbuhan ini. Beberapa spesies kaktus, seperti Gymnocalycium Mihanovichii Friedrichii ‘Rubra pada dasarnya tidak berwarna hijau dan memiliki warna yang beragam.

Beberapa warna itu di antaranya merah, kuning, putih, hingga oranye. Alasan di balik beragamnya warna yang dimiliki oleh tumbuhan kaktus spesies Gymnocalycium itu terletak produksi klorofil. Tumbuhan ini hanya bisa bertahan hidup jika dicangkokkan dengan tanaman kaktus lain yang menghasilkan klorofil.

 

Tumbuhan kaktus selalu erat kaitannya dengan kawasan gurun yang tandus dengan curah hujan yang sedikit. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, tanaman ini dinilai akan terus lestari mengingat kemampuannya yang adaptif serta mampu bertahan di semua kondisi di sekitarnya. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya!

Baca Juga: 7 Spesies Tanaman yang Tumbuh di Qatar, Bukan Cuma Kaktus

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis.
Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


Kisah Stephannie Bangun Tisoo, Produk Tisu Bambu dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengembangkan bisnis berkelanjutan dan ramah lingkungan nyatanya tidak hanya persoalan merancang produk yang menarik.

Lebih dari itu, masyarakat juga perlu sedikit-demi sedikit diperkenalkan pada gaya hidup yang mendukung bisnis berkelanjutan, misalnya beli barang dalam bentuk paket besar dan massal atau bulk buying untuk mengurangi bahan kemasan.

Hal tersebut coba diperkenalkan oleh UMKM Tisoo yang mengusung produk tisu dari bahan bambu yang ramah lingkungan.

Bisnis ini dirintis oleh Stephannie Thian (26) dan William Christopher Jap sejak 2021.

Baca juga: Cerita Iwan Merintis Usaha Rumah Makan Padang dengan Konsep Open Kitchen Hingga Punya 30 Cabang

Stephannie menjelaskan, bambu memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi dibandingkan jenis kayu pohon launnya.

“Bambu juga menghasilkan produk yang lembut di kulit, kuat, tebal, tidak berbahaya bagi kesehatan, anti bakteri dan fungi, hypoallergenic, dan tetap punya daya serap tinggi,” kata dia saat ditemui di Tokopedia Tower, Rabu (14/12/2022).

Awalnya, ia menyadari, banyaknya masalah lingkungan yang terjadi belakangan disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang sangat konsumtif.

Ia menyebut, masyarakat masih kurang memperhatikan apa yang dikonsumsi, mulai dari bahan hingga kemasananya.

Bisnis Tisoo sendiri mucul dari keyakinan bahwa setiap orang masih menggunakan tisu dalam kegiatan sehari-hari.

Sementara pemilihan serat bambu, lantaran rumpun tumbuhan rerumputan ini masih dibilang merupakan bahan terbaharui yang lebih ramah lingkungan.

Tumbuhan Yang Berkembang Biak Dengan Tunas

Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah pohon pisang, bambu, cemara, cocor bebek, kesemek, kersen dan sukun.

Tunas adalah salah satu bentuk perkembangbiakan tumbuhan melalui cara vegetatif atau tanpa sel jantan.

Sistem reproduksi vegetatif ini sangat mengandalkan bagian tubuh dari induknya. Umumnya, muncul dalam bentuk akar, batang, daun hingga calon bunga atau buah.

Baca Juga: Benda Jatuh Bebas Adalah Benda yang Memiliki

Jadi, tunas ini merupakan bentuk dari perkembangbiakan secara vegetatif alami.

Dimana, perkembangbiakan secara vegetatif alami ini artinya dapat terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

Inilah beberapa tumbuhan yang berkembangbiak dengan tunas, yaitu:

1. Pohon Pisang.
2. Kesemek.
3. Bambu.
4. Pohon Sukun.
5. Cemara.
6. Pinang.
7. Kersen.
8. Cocor Bebek.

Murid SD 1 Monginsidi Makassar Belajar di Kebun Bosowa Agro, Takjub dengan Banyaknya Tumbuhan

TRIBUN-GOWA.COM – Murid SD Negeri Unggulan Monginsidi 1 Makassar, hanya tahu jenis buah tapi tidak pernah melihat langsung jenis tanamannya.

Hal tersebut diketahui ketika mereka mengunjungi kebun wisata milik Bosowa Agro di Dusun Likuloe, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (29/11/2022).

Seperti salah satu murid kelas 5 SDN Monginsidi 1 Makassar bernama, Filzah Nafidzah.

Ia terlihat takjub karena bisa melihat langsung pohon nangka.

“Selama ini saya cuma tahu nangka dalam bentuk sayur, atau nangka yang sudah dipotong. Ternyata pohonnya besar dan daunnya lebar-lebar,” ucapnya.

Begitu juga temannya. Ia yang mengaku baru pertama kali melihat pohon pisang. 

“Ternyata pohon yang ditinju di video Salam dari Binjai itu adalah pohon pisang. Oh, begitu ya,” katanya. 

Seorang temannya juga mengaku bahwa semua tanaman punya nama ilmiah. 

“Kalau besok-besok saya beli pisang goreng, saya mau pakai nama ilmiahnya, Musa Paradisiaca goreng. Kalau kangkung tumis, Ipomoea Aquatica tumis,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SD Negeri Unggulan Monginsidi 1 Makassar, Nawawi Hamzah mengatakan, kegiatan belajar di luar kelas ini sangat berguna bagi muridnya.

“Ini akan memberi wawasan baru bagi muridnya,” katanya.

Ia pun menjadwalkan untuk membawa kelas lain ke kebun tersebut.

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli


7 Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Tunas, Apa Saja?

Jakarta, CNN Indonesia

Tunas merupakan tumbuhan muda yang baru timbul atau tumbuh. Biasanya tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas tetap akan menempel pada tumbuhan induk. Ada sejumlah tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas.

Merujuk Modul Ilmu Pengetahuan Alam (2018) yang diterbitkan oleh Kemendikbud, tunas adalah salah satu bentuk perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan yang sama. Artinya, perkembangabiakan terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

Biasanya tunas akan muncul pada pangkal batang yang terdapat di dalam tanah. Kemudian tunas baru akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Berikut ini tujuh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, yang dihimpun dari berbagai sumber.

Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Tunas

1. Bambu

Tunas bambu berasal dari akar rimpang bambu yang bertumbuh alami menjadi tanaman baru. Oleh sebab itu, bambu sangat rimbun karena proses perkembangbiakan yang cukup cepat dengan tunas.

Selain tunas akar, batang bambu yang jatuh ke tanah secara alami juga berpotensi berkemnbang menjadi tumbuhan yang baru.

2. Cemara




Ilustrasi. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, salah satunya cemara (Foto: Istockphoto/ Petekarici)

Tumbuhan cemara berkembangbiak secara vegetatif melalui tunas adventif. Tunas Adventif pada tumbuhan cemara akan terlihat pada tumbuhnya tunas muda di bagian atasnya.

3. Cocor bebek

Cocor bebek berkembang biak melalui tunas di bagian daun dan masuk kategori adventif. Umumnya, tunas pada cocor bebek muncul pada ujung daun produktif atau yang langsung berhubungan dengan akar.

Cara untuk mengembangbiakkannya cukup mudah. Kamu hanya perlu mengambil bagian tunas yang muncul dari daun lalu pindahkan ke media tanam baru dan lakukan perawatan.

4. Kesemek

Cara budidaya kesemek adalah dengan mengambil tunas dari tanaman induk berusia 10 tahun ke atas dan sudah pernah berbuah sebelumnya. Hal itu dilakukan agar anakannya juga memiliki kualitas yang sama.

Tunas yang bisa digunakan biasanya sudah terlihat calon bunga dan daun berbentuk kuncup. Lalu pindahkan ke tempat pembudidayaan agar dapat berkembang dengan baik.

5. Kersen

Kersen merupakan tanaman yang dapat melakukan reproduksi secara alami dan buatan. Apabila secara alami, tumbuhan kersen akan berkembang biak dengan tunas adventif di sekitar bagian akarnya.

Sementara jika tumbuhan kersen menerapkan vegetatif buatan yang dibantu oleh manusia, maka dapat berkembang biak dengan cara okulasi dan cangkok.

6. Pisang




tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, salah satunya pisang (Foto: Rony Muharrman)

Proses bertunas pada pisang terjadi dari batang utama induk tempat akar tanaman berada. Tunas biasanya akan muncul melalui ketiak batang utama dan tidak terlalu jauh dari batang induknya.

Tunas pada pisang memiliki batang utama, calon bunga, dan calon buah yang akan mengalami proses pertumbuhan sekitar enam bulan sampai tanaman mulai muncul. Kemudian menunggu hingga buahnya matang untuk dipanen.

7. Sukun

Sukun termasuk kategori tanaman tunas adventif sehingga tunas akan muncul dari bagian akar terutama yang dekat dengan permukaan tanah. Kemudian dikembangbiakkan kembali dengan sistem stek atau penanaman tunas.

Prosedur pengembangbiakan tunas tidak berbeda dengan contoh tumbuhan tunas lainnya. Namun sukun memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk dapat menghasilkan buah.

Demikian sejumlah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas. Semoga dapat bermanfaat.

(juh)




Hanasui Merilis Sunscreen SPF Rendah dengan Kandungan Blue Oléoactif

JAKARTA, investor.id – Paparan sinar UVA dan UVB menyebabkan perubahan pada kulit dan memicu produksi melanin sehingga memunculkan bintik-bintik hitam. Oleh karena itu kulit perlu mendapat perlindungan, tidak hanya di luar ruangan juga di dalam ruangan, terutama bagi mereka yang menggunakan gawai (gadget) setiap hari.

Penggunaan sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu skincare wajib bagi kulit wajah. Bahkan penggunaan sunscreen perlu dilakukan setiap hari guna perlindungan maksimal, yakni dioleskan secara berkala setiap 2 jam sekali, sebanyak 2 ruas jari.

Baca Juga: Ini Tiga Jenis Tabir Surya yang Sesuai Kebutuhan Sehari-hari

Melihat kebutuhan tersebut, Hanasui Collagen Water Sunscreen SPF 30+ PA++++ hadir dengan Super Skin Protector. Produk sunscreen dengan SPF lebih rendah ini memiliki kandungan Blue Oléoactif, yang berbahan dasar alami dari tumbuhan serta mengandung Mugwort Extract.

Blue Oléoactif sendiri berguna untuk meningkatkan perlindungan kulit dari bahaya sinar biru yang berasal dari paparan sinar matahari, gadget serta polusi lingkungan.

Produk tabir surya SPF rendah Hanasui Collagen Water Sunscreen SPF 30+ PA++++ hadir untuk perlindungan super pada kulit karena mengandung Blue Ol

Owner Hanasui sekaligus Founder PT Eka Jaya Internasional Ferry Firmanto berharap sunscreen dari Hanasui dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekaligus menjadi rangkaian skincare wajib sebelum melakukan aktivitas khususnya di dalam ruangan.

“Hanasui akan terus berinovasi memberikan produk-produk yang berkualitas dengan harga yang affordable agar kita semua bisa menjaga dan merawat kulit agar tetap sehat tanpa perlu menguras kantong” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2%

Ditambahkan oleh Ferry, formula yang ringan mampu melindungi kulit dari sinar UVA & UVB sampai 97%. Hanasui Collagen Water Sunscreen SPF 30+ PA++++ ini pun cocok untuk semua jenis kulit, tidak mengandung alkohol dan parfum, tidak lengket dan tidak menimbulkan whitecast. Kulit juga diklaim 3x lebih lembap, halus dan kenyal setelah pemakaian.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)


Tumbuhan Beradaptasi dengan Perubahan Iklim Melalui Ingatan Epigenetik

Unsplash/CC0 Public Domain

Tumbuhan juga melakukan adaptasi perubahan iklim dengan cepat dan mewariskan adaptasi ini kepada keturunannya.

 

Nationalgeographic.co.id – Saat ini banyak sekali permasalahan yang timbul akibat dari dampak perubahan iklim. Perubahan iklim mengacu pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Pergeseran ini mungkin bersifat alami, tetapi sejak periode 1800-an, aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama perubahan iklim.

Beradaptasi dengan perubahan iklim adalah melibatkan proses membuat perubahan kecil dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk mengelola risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, dan memanfaatkan peluang potensial untuk menjadi lebih tangguh.

Adaptasi dengan perubahan iklim ini bukan hanya dilakukan oleh manusia saja, melainkan hewan dan tumbuhan juga melakukan beberapa hal untuk dapat bertahan dari perubahan iklim. Hewan dapat beradaptasi dengan cepat untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang buruk. Begitu pula dengan tanaman, para peneliti juga menemukan banyak bukti yang menunjukkan bahwa tanaman juga bisa melakukan hal itu.

Sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Plant Science pada 17 November berjudul “Deep inside the epigenetic memories of stressed plants,” telah merinci bagaimana tanaman beradaptasi dengan cepat terhadap dampak buruk perubahan iklim. Makalah tersebut juga menjelaskan bagaimana mereka mewariskan adaptasi ini kepada keturunannya.

“Suatu hari saya berpikir bagaimana gaya hidup dan pengalaman seseorang dapat memengaruhi gametnya yang mentransmisikan tanda-tanda molekuler dari kehidupan mereka kepada anak-anak mereka,” kata Federico Martinelli, seorang ahli genetika tanaman di University of Florence. “Segera saya berpikir bahwa lebih banyak tanda epigenetik harus ditransmisikan pada tumbuhan, karena tumbuhan adalah organisme sessile yang mengalami lebih banyak tekanan lingkungan daripada hewan selama hidup mereka.”

Tumbuhan menghadapi lebih banyak tekanan lingkungan daripada sebelumnya. Misalnya, perubahan iklim membuat musim dingin lebih pendek dan tidak terlalu parah di banyak lokasi, dan tumbuhan merespons kondisi ini.

Romolo Tavani/Shutterstock

Bukan hanya manusia dan hewan saja yang melakukan adaptasi perubahan iklim, tetapi tumbuhan juga.

“Banyak tanaman membutuhkan periode dingin minimum untuk mengatur jam lingkungan mereka untuk menentukan waktu berbunga mereka,” kata Martinelli. “Ketika musim dingin semakin pendek, tanaman telah beradaptasi dengan membutuhkan lebih sedikit periode dingin untuk menunda pembungaan. Mekanisme ini memungkinkan tanaman menghindari pembungaan pada periode di mana mereka memiliki lebih sedikit kesempatan untuk bereproduksi.”

 Baca Juga: Perubahan Iklim: Separuh Populasi Tumbuhan dan Satwa Punah Pada 2100

 Baca Juga: Anomali Pemahaman Evolusi Makhluk Hidup Kawasan Amerika Selatan

 Baca Juga: Dua per Lima Tanaman di Dunia Terancam Punah, Bahkan Sebelum Sempat Diberi Nama

Karena tumbuhan tidak memiliki jaringan saraf, maka ingatan mereka sepenuhnya didasarkan pada jaringan seluler, molekuler, dan biokimia. Jaringan ini membentuk apa yang oleh para peneliti disebut sebagai memori somatik. “Mekanisme ini memungkinkan tanaman mengenali terjadinya kondisi lingkungan sebelumnya dan bereaksi lebih cepat dengan adanya kondisi konsekuensial yang sama,” jelas Martinelli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News





PROMOTED CONTENT


Video Pilihan


Source : Phys.org
Penulis : 1
Editor : Warsono


Destinasi Wisata Alam dengan Keindahan dan Kesejukan dari Tumbuhan dan Tanaman di Telaga Rengganis

SINARJATENG.COM – Wisata Telaga Rengganis di Watukumpul Pemalang Jawa Tengah merupakan wisata yang sejuk dan tenang bisa jadi pilihan destinasi untuk liburan sejenak dari rutinitas perkotaan yang padat.

Harga tiket masuk hanya Rp.5.000 dan fasilitasnya sudah ada parkir, toilet umum dan musholah.

Telaga rengganis terletak di Kecamatan Watukumpul atau sekitar 60 kilometer dari arah tenggara kota pemalang.

Baca Juga: Ini 5 Tips Cara Mudah Menghilangkan Komedo yang Membandel dengan Bahan yang Alami

Telaga yang memiliki luas 1 hektare dan berair jernih ini berada di Desa Gapura, Kecamatan Watukumpul atau berjarak 60 kilometer dari pusat kota Pemalang, tepatnya ke arah tenggara.

Untuk lokasi wisatanya sendiri telaga Rengganis berada di daerah watukumpul, pemalang Jawa Tengah.

Di mana Untuk akses jalan menuju ke sini sudah sangat baik dan apabila anda merasa kesulitan maka bisa menggunakan GPS yang ada di smartphone.

Keindahan Telaga Rengganis pun semakin lengkap dikarenakan jauh dari perkotaan

Baca Juga: Berikut 4 Cara Simple dan Mudah untuk Menebalkan Alis Secara Alami, Yuk Simak Caranya