Tag: liar

Manfaat Daun Tempuyung, Tumbuhan Liar dengan Segudang Khasiat Kesehatan Halaman all

KOMPAS.com – Daun tempuyung merupakan salah satu obat herbal yang membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Nama tempuyung mungkin terdengar asing di telinga. Namun, tumbuhan liar bernama ilmiah Sonchus arvensis ini sangat mudah dijumpai di pekarangan atau pinggir jalan.

Tempuyung memiliki ciri khas bunga kuning cerah yang lama kelamaan menjadi merah kecoklatan.

Helai daun tempuyung berbentuk lonjong dan berujung runcing dengan panjang 6-48 cm dan lebar 3-12 cm.

Menurut Setiawan Dalimartha dalam Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1 (1999), daun tempurung memiliki rasa pahit dan sensasi dingin.

Manfaat daun tempuyung, antara lain berasal dari kandungan alpha lactorcerol, beta-lactucerol, kalium, flavonoid, taraksasterol, inositol, silika, dan manitol.

Lalu, apa saja manfaat daun tempuyung?

Baca juga: 6 Manfaat Daun Sambung Nyawa, Tingkatkan Kesuburan hingga Turunkan Kolesterol

Manfaat daun tempuyung

Dihimpun dari beragam sumber, berikut merupakan manfaat daun tempuyung bagi kesehatan:

1. Menghancurkan batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di organ ginjal dan terasa menyakitkan saat buang air kecil.

Penelitian Prof. Dr. Sarjito dari UGM menunjukkan, daun tempuyung membantu melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Dilansir dari Kompas.com (31/3/2011), penelitian dengan dengan merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan suhu 30-35 derajat celsius.

Bahan percobaan tadi terbagi menjadi dua, digoyang seperti gerakan tubuh manusia maupun tidak.

Hasilnya, semua bobot batu ginjal dalam rendaman rebusan daun tempuyung berkurang.

Sayangnya, belum diketahui manfaat daun tempuyung untuk batu ginjal ini berasal dari senyawa mana.

Kendati begitu, penelitian lain membuktikan, kandungan kalium berperan dalam penghancuran batu ginjal.

Baca juga: Sayuran yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat, Apa Saja?

2. Menurunkan asam urat

Penyakit asam urat atau gout adalah salah satu radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat.

Saat kadar asam urat dalam tubuh tinggi, rasa nyeri dapat terasa pada sendi mana pun, termasuk pergelangan kaki, lutut, dan jempol kaki.

Dengan mengonsumsi daun tempurung, seperti menurut Kontan, turut membantu menurunkan asam urat, sehingga mencegah penyakit asam urat kambuh.

Manfaat daun tempurung ini berkat kandungan flavonoid, yang membantu menghambat kerja enzim xantin oksidase.

Enzim xantin oksidase sendiri memiliki peran dalam proses degradasi purin, dengan mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine, dan selanjutnya membentuk asam urat di dalam tubuh.

3. Mencegah kanker

Ilustrasi tanaman tempuyung4028mdk09 (https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=8037035) Ilustrasi tanaman tempuyung

Kanker adalah salah satu penyakit kronis akibat paparan radikal bebas. Berlebihnya radikal bebas dalam tubuh dapat diimbangi dengan antioksidan.

Berkat kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan, manfaat daun tempuyung dipercaya membantu mencegah kanker atau tumor.

Konsumsi makanan bersifat antioksidan ini akan mencegah sel-sel tubuh terkena stres oksidatif atau kerusakan yang menyebabkan beragam penyakit termasuk kanker.

Baca juga: 7 Tanda Hati Tak Sehat, Salah Satunya dari Warna Urine dan Feses!

4. Menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi saat tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.

Seseorang disebut mengalami hipertensi apabila tensimeter menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg.

Daun Sonchus arvensis membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Manfaat daun tempuyung ini berasal dari kandungan kalium dan flavonoidnya.

Kalium berperan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga menurunkan tekanan darah.

Sementara flavonoid, bekerja sebagai ACE inhibitor yang membantu menghambat enzim untuk memproduksi hormon angiotensin II. Hormon ini bisa menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Manfaat daun tempuyung lainnya

Masih menurut Setiawan Dalimartha, daun tempuyung juga memiliki indikasi untuk mengatasi masalah kesehatan lain, termasuk:

  • Disentri (peradangan dan infeksi pada usus)
  • Wasir
  • Pendengaran berkurang atau tuli
  • Memar
  • Bisul dan luka bakar.

Baca juga: 5 Manfaat Daun Dewa, Cegah Kanker hingga Turunkan Kadar Gula Darah

Cara mengonsumsi daun tempuyung

Manfaat daun tempuyung diperoleh dengan mengonsumsi secara langsung atau merebus dan mengonsumsi airnya.

Sebagai lalapan, berikut cara mengolah daun tempuyung:

  • Ambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar
  • Cuci bersih dan asapkan daun sebentar
  • Kemudian, makan daun tempuyung sebagai lalap bersama nasi dan lauk lainnya.

Sementara itu, berikut cara menyeduh daun tempuyung untuk dikonsumsi airnya:

  • Ambil dua lembar daun tempuyung kering
  • Sedu dengan air satu gelas minum seperti membuat teh
  • Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat untuk membantu meredakan masalah kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Manfaat Daun Tempuyung, Tumbuhan Liar dengan Segudang Khasiat Kesehatan

KOMPAS.com – Daun tempuyung merupakan salah satu obat herbal yang membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Nama tempuyung mungkin terdengar asing di telinga. Namun, tumbuhan liar bernama ilmiah Sonchus arvensis ini sangat mudah dijumpai di pekarangan atau pinggir jalan.

Tempuyung memiliki ciri khas bunga kuning cerah yang lama kelamaan menjadi merah kecoklatan.

Helai daun tempuyung berbentuk lonjong dan berujung runcing dengan panjang 6-48 cm dan lebar 3-12 cm.

Menurut Setiawan Dalimartha dalam Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1 (1999), daun tempurung memiliki rasa pahit dan sensasi dingin.

Manfaat daun tempuyung, antara lain berasal dari kandungan alpha lactorcerol, beta-lactucerol, kalium, flavonoid, taraksasterol, inositol, silika, dan manitol.

Lalu, apa saja manfaat daun tempuyung?

Baca juga: 6 Manfaat Daun Sambung Nyawa, Tingkatkan Kesuburan hingga Turunkan Kolesterol

Manfaat daun tempuyung

Dihimpun dari beragam sumber, berikut merupakan manfaat daun tempuyung bagi kesehatan:

1. Menghancurkan batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan kecil dan keras yang terbentuk di organ ginjal dan terasa menyakitkan saat buang air kecil.

Penelitian Prof. Dr. Sarjito dari UGM menunjukkan, daun tempuyung membantu melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Aksi berani Robin saat operasi pemeriksaan tumbuhan dan satwa liar: semua demi keseimbangan alam

ZONAUTARA.COM – “Mohon berhenti sebentar pak, stop!, stop!,” teriak Robin sambil melambai-lambaikan tangan kanan yang erat memegang stik lampu lalu lintas. Intonasi suaranya akan meninggi jika laju mobil yang melintas tidak berkurang.

Seperdua malam, di Selasa, 20 Desember 2022 yang dingin tidak mengurangi kegigihan Robin, kendati malam ini baru terhitung sebagai malam pertama baginya. Masih ada dua malam tiga hari yang tersisa lagi, yakni 21 Desember hingga 23 Desember, untuk tetap bertarung dingin menghalau pengendara di persimpangan jalan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Lokasi yang dianggap strategis sebagai jalur lintasan.

Kegigihan

Belajar dari pengalaman, laki-laki paruh baya ini penuh keyakinan bahwa, tidak sedikit pengendara pengangkut buruan menghindari operasi. Apalagi pada jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Mereka akan menghindar sebaik mungkin agar tidak merugi.

Robin sendiri merupakan bagian dari tim operasi pemeriksaan tumbuhan dan satwa liar yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut).

Sebagai Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Robin kerap kali diajak ikut operasi, baik di dalam hutan ataupun di jalur-jalur lintasan di sepanjang Trans Sulawesi, seperti pada malam ini.

Sebenarnya wilayah tugas Robin adalah di Cagar Alam Gunung Lokon. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, Robin selalu terlibat pada operasi rutin BKSDA setiap H-3 perayaan Natal.

Pengalaman juga pengetahuan dasar tentang hewan, tumbuhan dan lingkungan menjadi bekal Robin. Membuat Robin memiliki sensitifitas yang baik. Sensor alamiah yang bisa digunakan dalam mendeteksi kemungkinan adanya target operasi: tumbuhan dan satwa liar, terutama yang dilindungi.

Aksi berani dan tegas Robin bukan tanpa alasan. Robin telah terbiasa menghadapi para pelaku ilegal logging, juga pengangkut satwa liar dilindungi yang terbilang nekat. Tidak sedikit mobil tetap melaju dan lari, tidak mau berhenti.

“Memang dari dulu kalau kata teman-teman, saya sudah tegas. Tetapi, ada hal lain yang sebenarnya membuat saya harus mengambil sikap seperti itu. Saya kerap berhadapan dengan berbagai macam (pelaku) karakter yang berbeda-beda, jadi saya harus memiliki mental yang baik juga,” kata Robin.

Dalam aksinya Robin bahkan pernah dilaporkan pelaku ke pihak kepolisian, namun tidak ditindaklanjuti karena tidak ada regulasi dalam aksi-aksinya yang bisa menjerat Robin, hingga Robin pun melapor balik. Buntut laporannya tersebut, saat ini pelaku mendekam di tahanan.

Robin mengaku tidak pernah takut selagi berada dalam kebenaran, apalagi pada patroli kali ini Robin tidak sendiri. BKSDA Sulut juga melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Bolmong, Polsek Lolak, MMP, PPS Tasikoki juga mitra lainnya.

Motivasi

Berasal dari Palu, Robin terlahir tiga bersaudara. Sejak dulu dirinya memang memiliki ketertarikan sendiri dengan alam. Hal yang mendorongnya masuk dalam komunitas Pencinta Alam (PA).

Sudah delapan tahun bergabung dengan MMP BKSDA Sulut, Robin selalu mendapat dukungan dari istri, walau kerjanya tidak lepas dari risiko yang membayang. Dukungan sang istri ini dibuktikan dengan kesiapan untuk ikut Robin tinggal di pos BKSDA di CA Gunung Lokon.

Dalam menjalani aksinya Robin selalu semangat dan berusaha loyal. Motivasinya sederhana. Robin ingin alam dan seisinya tetap seimbang dan terjaga, sehingga keberlangsungan semua makhluk tetap ada.

“Jangan sampai anak-anak dan cucu kita nanti tidak bisa melihat langsung satwa-satwa ini. Kan sayang, kalau mereka hanya bisa melihat dari gambar-gambar (saja) apalagi, jika mengingat jumlah satwa yang sudah semakin berkurang di alam. Biarkan kedamaian dan suka cita juga dirasakan semua makhluk, termasuk hewan dan tumbuhan bukan hanya manusia. Jika tumbuhan dan satwa tidak terjaga, maka hidup kita juga akan terpengaruh,” ucap Robin.

Robin berharap, upaya yang dilakukan BKSDA dan berbagai pihak bisa menekan laju kepunahan satwa dan senantiasa melestarikan tumbuh dan kehidupan tumbuhan dan satwa liar di alam.

“Minimal dengan sedikit aksi-aksi kecil saya di Gunung Lokon agar tetap terawat dengan baik dan memberi dampak positif. Tentu juga dengan upaya operasi-operasi seperti ini,” kata Robin.

Ada Hewan Liar Masuk Permukiman? Segera Hubungi BBKSDA Jabar

Bandung

Beberapa monyet berkeliaran di wilayah permukiman di Kota Bandung belum lama ini. Kemunculan monyet ekor panjang ini, membuat warga resah.

Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA Jabar Fikir Muhammad mengatakan, keberadaan monyet ekor panjang di hutan-hutan yang ada di Bandung Raya masih banyak.

“Cukup banyak populasinya, hampir di setiap kawasan hutan ada, di Gunung Manglayang ada monyet ekor panjang, di Tahura (Taman Hutan Rakyat) dan di Tangkuban Parahu juga ada,” kata Fikri kepada detikJabar via sambungan telepon, Selasa (29/11/2022).



Fikri mengimbau warga jika ada monyet turun ke permukiman agar tenang. Ia juga mengingatkan agar monyet tak dilukai.

“Pertama tenang, kedua segera laporkan ke petugas BKSDA. Kan ada call center, bisa hubungi kami, tetapi tolong sampaikan alamatnya di mana posisi monyet tersebut, syukur-syukur ada fotonya,” imbaunya.

Sementara jika memiliki kandang jebak, warga bisa menjebaknya dan jika tertangkap segera laporkan ke BBKSDA Jabar.

“Ketiga, jika terpaksa dilakukan penangkapan misalnya dengan kandang jebak, dimana dikasih buah-buahan nanti monyet masuk dan pintunya ditarik, itulah metode-metode tradisional yang bisa kita lakukan. Kalau sudah masuk ke kandang jebak segera lapor ke petugas kami nanti petugas kami yang akan menjemput,” jelasnya.

Berikut nomor kontak petugas BBKSDA yang bisa dihubungi untuk evakuasi hewan liar yang dihimpun dari Instagram @bbksda_jabar. Tidak hanya monyet, pengaduan ini berlaku untuk hewan lainnya.

Quick Respons BBKSDA Jabar:

Wilayah Kota Bandung
0821 2867 3757
0821 7580 7363
0813 9593 1949
0852 3401 6830
0813 9708 7156
0859 2009 1123

Seksi Konservasi Wilayah 1 Serang
(Provinsi Banten)
0821 7401 9691
0254 2109 68

Seksi Konservasi Wilayah II Bogor
(Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabuki dan Kabupaten Cianjur)
0859 2159 9091
0251 8660 706

Seksi Konservasi Wilayah III Bandung
(Kabupaten Sumedang, Kabupaten/Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi)
0813 4154 0665
022 5880 895

Seksi Konservasi Wilayah IV Purwakarta
(Kabupaten Subang, Karawang dan Purwakarta)
0813 9522 7792
0264 8288 074

Seksi Konservasi Wilayah V Garut
(Kabupaten Garut)
0857 1707 1886
0262 2367 05

Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya
(Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kota/Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran)
0812 2252 9805
0264 3271 04

Layanan pengaduan masyarakat:
– Perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi
– Perburuan satwa liar dilindungi
– Ganguan kawasan konservasi
– Kebakaran hutan dan lahan
– Konflik satwa liar

(wip/orb)

Profil Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar

(Beritadaerah- Kolom) Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat luas daratan Indonesia sebesar 187,8 juta ha pada 2020. Dari jumlah tersebut sebesar 88,4 juta ha atau 47,1 persen merupakan kawasan hutan.

Berdasarkan informasi dari Rainforest Action Network (2017), hutan hujan di Indonesia memiliki 10 persen spesies tumbuhan dan 17 persen dari semua spesies burung yang dikenal dunia. Tidak hanya itu, 12 persen spesies mamalia termasuk mamalia yang terancam punah seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, dan Badak juga tinggal di hutan Indonesia. Seribu spesies reptil dan amphibi atau setara dengan 10 persen dari populasi dunia juga terkandung di dalamnya.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa liar di hutan Indonesia tidak hanya berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang ada, akan tetapi juga memberikan nilai ekonomi. Keindahan dan keunikan dari tumbuhan dan satwa liar memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta flora dan fauna.

Antusiasme pada tumbuhan dan satwa liar dari Indonesia membuat tumbuhan dan satwa liar menjadi komoditas yang potensial untuk diperjualbelikan.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pamanfaatan tumbuhan dan satwa liar tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan, kegiatan penangkaran tumbuhan dan satwa liar perlu terus dikembangkan.

Dengan hasil penangkaran yang dilakukan, permintaan terhadap tumbuhan dan satwa liar dapat dipenuhi dan keberadaan tumbuhan serta satwa liar di hutan Indonesia juga tetap terjaga dari kepunahan.

Jenis Satwa

Kelompok Mamalia, terdiri dari: Kera ekor panjang, Beruk, Monyet mini Sulawesi, Sangapuar, Kalong, Bajing berkantung bergaris, Bajing gula, Tupai kepala, Tupai Prevosti, Rusa Timor.

Kelompok Serangga terdiri dari: Jenis kupu-kupu dilindungi seperti Ornithera spp. dan Troides spp. serta jenis kupu- kupu yang tidak dilindungi.

Kelompok Ikan terdiri dari Arwana Super Red, Arwana Golden, Arwana Green, Arwana Banjar, Arwana Jardini/Payang Irian.

Kelompok Reptilia, terdiri dari: Ular Boa Tanah, Ular Sanca, Ular Kobra, King Cobra. Buaya Air Tawar Irian, Buaya Muara. Bulus, Kura-Kura Ambon, Kura-Kura Forsteni, Kura Daun Sulawesi, Kura-Kura Emys. Soa Payung, Soa Layar, Kadal Panama, Kadal kuning, Kodok mata merah, Kodok Dendrobates, Kodok hijau, Kodok tanduk, Biawak, Bunglon perarmata, Bunglon Chamaleon, Bunglon tanduk.

Kelompok Burung, terdiri dari: Nuri, Betet, Kakatua, Perkici, Bayan, Kasturi, Beo, Serindit, Paok, Jalak Bali, Burung Raja Udang, Alap- alap tikus, Elang Bondol, Rangkong Jawa, Rangkon Papan, Blue and Glow Macaw, Ara and Green Macaw, Scarlet Macaw.

Kelompok Tumbuh-Tumbuhan terdiri dari: Semua jenis anggrek hibrida (hasil silangan), lidah buaya, Cactus hibrida, Cycas spp., dan Gaharu.

Kelompok Anthozoa (Coral/ Karang) terdiri dari: Semua jenis karang hasil transplantasi dan semua jenis kima.

Jumlah Perusahaan

Perusahaan Penangkaran dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar merupakan perusahaan yang memiliki izin penangkaran dan izin peredaran tumbuhan dan satwa liar, baik peredaran dalam negeri maupun ke luar negeri atau ekspor. Tidak termasuk lembaga penelitian, kebun binatang, lembaga konservasi dan tempat wisata yang mengembangbiakan tumbuhan dan satwa liar.

Pulau dengan jumlah perusahaan penangkaran dan peredaran tumbuhan dan satwa liar terbanyak adalah Pulau Jawa yaitu sebanyak 48 perusahaan. Sebaliknya, di Pulau Maluku dan Papua hanya terdapat dua perusahaan penangkaran dan pengendaran tumbuhan dan satwa liar.

Dengan total perusahaan yang aktif beroperasi melakukan usaha penangkaran sebanyak 104 perusahaan pada tahun 2021, luas lahan yang dikuasai oleh perusahaan penangkaran dan peredaran tumbuhan dan satwa liar tersebut adalah sebesar 183.691.503,69 m2. Lahan tersebut digunakan untuk kegiatan penangkaran yaitu untuk kolam, laut, kandang, kebun, dan tempat penangkaran lain serta sarana prasarana pendukung seperti perkantoran, perumahan, serta fasilitas lainnya.

Sebesar 99,57% dari luas lahan yang dikuasai perusahaan digunakan untuk penangkaran. Lahan yang digunakan untuk perkantoran dan perumahan masing-masing sebesar 0,39% dan 0,04%.

Status Permodalan

Sumber permodalan perusahaan- perusahaan yang aktif beroperasi melakukan usaha penangkaran dan peredaran tumbuhan dan satwa liar terdiri dari 4 sumber yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta nasional, dan swasta asing. Sumber permodalan terbesar perusahaan penangkaran tumbuhan dan satwa liar bersumber dari swasta nasional, yaitu sebanyak 102 perusahaan atau sekitar 98%. Sedangkan perusahaan yang modalnya bersumber dari pemerintah pusat dan swasta asing masing-masing sebanyak 1 perusahaan.

Nilai Produksi

Nilai produksi tumbuhan dan satwa liar mengalami penurunan di tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini terjadi dikarenakan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perusahaan kesulitan untuk melakukan kegiatan produksi tumbuhan dan satwa liar. Pada tahun 2021, nilai produksi tumbuhan dan satwa liar mencapai hampir 145 miliar rupiah.

Koral menempati posisi pertama dengan nilai produksi tertinggi mencapai 43 miliar rupiah. Posisi kedua ditempati oleh ikan arwana dengan nilai produksi sebesar 42 miliar rupiah. Sedangkan anggrek menempati posisi ketiga dengan nilai produksi mencapai 25 miliar rupiah.

Di sisi lain, nilai produksi tumbuhan dan satwa liar terendah adalah produksi gaharu yaitu sebesar 2 juta rupiah. Posisi kedua terendah adalah burung beo dengan nilai produksi sebesar 4 juta rupiah. Musang menempati posisi ketiga terendah dengan nilai produksi sebesar 7,5 juta rupiah.

Pengeluaran

Pengeluaran perusahaan dibagi menjadi pengeluaran untuk kegiatan penangkaran, pengeluaran untuk upah/gaji pekerja, dan pengeluaran lainnya seperti untuk bahan bakar dan pelumas, listrik dan air, pajak, serta yang lainnya.

Pengeluaran perusahaan terbesar di tahun 2021 adalah untuk membayar upah/gaji pekerja dengan persentase sebesar 54,43%. Kemudian, pengeluaran untuk kegiatan penangkaran tumbuhan dan satwa liar sebesar 16,21% dan sisanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.

Tenaga Kerja

Pekerja di perusahaan penangkaran tumbuhan dan satwa liar dibagi menjadi pekerja tetap dan pekerja tidak tetap.

Jumlah pekerja tetap di perusahaan penangkaran tumbuhan dan satwa liar di akhir tahun 2021 lebih banyak daripada jumlah pekerja tidak tetap.

Jumlah pekerja tetap pada akhir tahun 2021 di seluruh perusahaan penangkaran tumbuhan dan satwa liar mencapai 1.429 pekerja. Jumlah pekerja tetap tersebut terdiri dari 1.303 pekerja tetap laki-laki dan 288 pekerja tetap perempuan.

Sedangkan jumlah pekerja tidak tetap pada akhir tahun 2021 adalah sebanyak 163 pekerja. Jumlah ini terdiri dari 114 pekerja tidak tetap laki-laki dan 48 pekerja tidak tetap perempuan.

Adapun
 pendidikan
 pekerja tetap pada perusahaan penangkaran tumbuhan dan satwa liar di Indonesia dapat dilihat pada Gambar 10. Dari seluruh pekerja tetap, sebanyak 1,19% Tidak Sekolah/Tidak Tamat SD, sedangkan yang menamatkan SD sebesar 10,57%. Pekerja yang menamatkan pendidikan SLTP dan SLTA masing-masing sebesar 21,48% dan 52,97%, sedangkan pekerja yang telah menamatkan pendidikan tinggi D1/D3, D4/S1, dan S2/S3 masing-masing sebesar 2,10%, 10,15%, dan 1,54%.

 

 

Lahan Penuh Tumbuhan Liar – KaltengOnline.com UTAMA

kaltengonline.com – Beberapa hari lalu, Anggota Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing melaksanaan reses perseorangan ke Kabupaten Gunung Mas (Gumas), tepatnya di Kecamatan Sepang. Dalam reses itu, warga setempat melaporkan perihal program food estate komoditas singkong yang tidak berjalan. Warga menyebut tidak ada tanaman singkong yang ditanam, bahkan tidak aktivitas pertanian dan sebagainya di lokasi.

“Saya tidak sempat ke lokasi, tapi berdasarkan laporan masyarakat di sana bahwa program food estate singkong sejauh ini tidak ada realisasi di lapangan, hanya ada lahan yang dipenuhi tumbuhan liar,” ucap Duwel saat ditemui di gedung DPRD Kalteng, Rabu (9/11).

“Bahkan masyarakat mempertanyakan soal sertifikat yang telah diserahkan kepada pihak pengelola program food estate ini dan kejelasan mengenai program food estate,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) I (Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas).  

Berdasarkan laporan, tanah yang dijadikan lahan food estate itu merupakan milik masyarakat. Sebelumnya lahan tersebut merupakan kebun warga yang ditanami pohon karet dan lainnya. Karena itu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berharap pemerintah daerah segera merealisasikan program tersebut dan turun menemui masyarakat untuk memberi penjelasan.

“Berdasarkan informasi masyarakat, ada empat desa yang terdampak. Saya ambil contoh salah satunya. Di Desa Sepang Kota saja lebih dari 20 kepala keluarga (KK). Saya sampaikan kepada mereka bahwa hak kalian jangan hilang begitu saja, tapi harus ada prosesnya, terutama terkait sertifikat tanah beserta program food estate singkong tersebut,” pungkasnya. (irj/ce/ala/ko)