Tag: Mengenal

Mengenal Jenis-jenis Ekosistem Daratan dan Perairan

Memahami terkait jenis-jenis ekosistem menjadi salah satu pelajaran biologi dasar yang perlu diperhatikan. Berkaitan dengan hal tersebut tentu menarik untuk memahaminya lebih lanjut.

Ekosistem menjadi gagasan yang penting bagi makhluk hidup. Pasalnya, seluruh siklus kehidupan masing-masing makhluk selalu berkaitan dengan hewan maupun tumbuhan yang hidup di dalamnya.

Pengertian Ekosistem

Sebelum membahas terkait jenis-jenis ekosistem, tentu perlu memahami makna ekosistem. Ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ekosistem di dalamnya terdapat makhluk hidup atau biotik dan makhluk non hidup atau abiotik. Ekosistem menjadi tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh semua unsur lingkungan hidup dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Jenis-jenis Ekosistem

Setelah memahami pengertian ekosistem, ternyata terdapat jenis-jenis ekosistem yang perlu diketahui. Berikut ini penjelasan masing-masing jenis ekosistem tersebut selengkapnya.

1. Ekosistem Air atau Akuatik

Ekosistem yang pertama yakni air atau akuatik. Seperti namanya, komponen abiotik dan biotiknya sebagian besar adalah air dan makhluk hidup yang mampu bertahan hidup di perairan.

Ekosistem air ini terbagi lagi menjadi 8 (delapan) sub jenis ekosistem air yakni sebagai berikut:

Ekosistem air tawar yakni air dengan variasi suhu yang tidak terlalu tinggi, penetrasi cahaya kurang, dan iklim serta cuaca yang sangat berpengaruh. Tumbuhan yang tumbuh di ekosistem air tawar adalah ganggang. Hewan yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi dengan baik.

Ekosistem ini ditandai dengan tingkat salinitas atau kadar garam yang tinggi terutama di laut tropik. Pasalnya, di laut tropik atau semakin dekat dengan khatulistiwa, penguapan akan semakin besar. Tumbuhan yang ada di perairan ini seperti rumput laut dan lain sebagainya.

Ekosistem estuari adalah muara yang merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari kerap dipagari lempengan lumpur yang luas atau rawa garam.

Ekosistem ini dinaungi rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Hewannya yakni cacing, kepiting, kerang, dan ikan.

Ekosistem pantai dipenuhi gundukan pasir. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini adalah ipomea pes caprae yang tahan hempasan angin dan gelombang air laut. Tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal.

Sungai merupakan badan air yang mengalir satu arah. Air sungai cenderung jernih dan dingin karena seluruh larutannya mengalir ke bagian hilir.

Di sungai terdapat sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara terus-menerus itu memberikan oksigen pada air.

Suhu air pun bervariasi tergantung ketinggian dan garis lintang. Ekosistem ini dihuni oleh hewan seperti gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lain sebagainya.

Ekosistem ini ditemukan di dekat pantai. Hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lainnya. Hewan yang hidup di ekosistem ini adalah siput, ikan, landak laut, bintang laut, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis ekosistem berikutnya yakni ekosistem laut dalam. Kedalaman laut ini lebih dari 6.000m. di dalamnya terdapat lele laut, ikan laut yang mengeluarkan cahaya karena matahari tak menjangkau dalamnya laut ini.

Ekosistem lamun atau seagrass adalah tumbuhan berbunga yang hidup di laut. Tumbuhan ini mampu hidup di habitat perairan dangkal.

Mirip dengan rumput di daratan, rumput di ekosistem lamun memiliki tunas daun tegak dengan tangkai yang merayap untuk berkembang biak. Tumbuhan ini berbeda dengan tanaman laut seperti alga dan rumput laut, lamun berbunga, berbuah, dan mampu menghasilkan biji-bijian.

Lamun memiliki akar dan sistem internal untuk mengangkut zat hara maupun gas. Lamun banyak digunakan karena sebagai sumber daya hayati.

2. Ekosistem Darat atau Terestrial

Jenis-jenis ekosistem berikutnya adalah ekosistem daratan. Ekosistem ini tergantung pada iklim dan gangguan lainnya.

Iklim mempengaruhi tumbuhan dan hewan yang dapat tumbuh dan hidup dalam lingkungan tersebut. Namun, dalam ekosistem daratan juga terdapat gangguan seperti kebakaran, petir, aktivitas manusia dan lain sebagainya.

Sama seperti ekosistem perairan, terdapat sub jenis ekosistem darat yakni sebagai berikut:

Tundra terdapat di bumi utara yakni kutub utara dan di puncak gunun tertinggi. Tumbuhan di daerah ini hanya bertahan 60 hari. Tumbuhan yang mampu hidup di daerah tundra adalah sphagnum, biji semusim, alang-alang, perdu, liken, dan lain sebagainya.

Lingkungan karst pada umumnya berada di wilayah Yugoslavia. Ciri-cirinya yakni tanah yang kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, gaya permeabilitas yang lamban. Keunikan ekosistem karst ini adalah adanya keberagaman makhluk hidup yang jarang dijumpai di ekosistem lain.

  • Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Hujan hujan tropis memiliki ciri curah hujan 200 hingga 225 cm per tahun. Populasi pohon cukup banyak yakni rotan, dan pohon-pohon tinggi lainnya. Hewan yang ada di ekosistem ini yakni burung, babi, badak, kera, harimau, burung hantu, dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan terkait jenis-jenis ekosistem yakni perairan dan daratan dalam lingkungan hidup. Selanjutnya diketahui masing-masing ekosistem tersebut memiliki sub jenis yang beragam pula.

Mengenal Ciri-ciri Bioma Gurun Beserta Penjelasannya



Jakarta

Bioma gurun sering diidentikkan dengan kawasan padang pasir yang panas, gersang dan didominasi oleh batu dan pasir. Namun, kenyataan tersebut tidak seluruhnya benar, karena tidak semua padang pasir bersuhu panas.

Pada dasarnya bioma gurun adalah kawasan iklim kering yang ditandai rata-rata curah hujan tahunan jauh lebih kecil dibandingkan tingkat penguapan massa air ke atmosfer. Sehingga, sangat jarang ditemui sungai, sumur, dan mata air, seperti dikutip dari buku Konsep Dasar Ekologi Tumbuhan oleh Ervina Mukharomah, S.Pd.

Pada artikel berikut ini, akan membahas tentang ciri-ciri yang terdapat di bioma gurun. Yuk, simak penjelasan lengkap lainnya di bawah ini.

Bioma Gurun

Letak bioma gurun secara astronomi, terdapat di belahan bumi sekitar 20o lintang utara (LU) dan 30o lintang selatan (LS).

Bioma gurun panas dan kering identik dengan padang pasir (gurun pasir), yaitu suatu wilayah di daerah iklim subtropik sampai sedang yang didominasi oleh hamparan pasir dengan kondisi vegetasi yang terbatas, suhu udara tinggi, curah hujan kurang dari 250 mm/tahun, dan intensitas panas Matahari yang tinggi.

Daerah gurun yang paling luas terpusat di daerah sekitar 20o LU, yaitu dimulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks Gurun Sahara (Afrika Utara), Gurun Arab, dan Gurun Gobi (Asia Tengah) yang luasnya mencapai 10 juta km2.

Sementara itu, wilayah gurun pasir lainnya juga terdapat di Afrika Barat Daya (Kalahari dan Namib), Afrika Timur (Ogaden), Asia Barat (Karakum, Taklamakan, dan Iran), Asia Selatan (Thar), Australia (Gibson dan Simpson), Amerika Serikat bagian tengah dan barat (The Great American Desert, meliputi Arizona dan California), Meksiko bagian utara, dan Amerika Selatan (Atacama dan Patagonia).

Daerah gurun pasir mempunyai ciri-ciri khusus, antara lain tingkat evaporasi yang lebih tinggi daripada curah hujan dan air tanah yang cenderung asin. Penyebab air tanah menjadi asin karena larutan garam dari tanah tidak berpindah, baik melalui pencucian oleh air, maupun oleh drainase. Oleh karena itu, hanya tumbuhan yang mampu beradaptasi yang hidup di daerah tersebut.

Jenis vegetasi yang dapat tumbuh dan beradaptasi terhadap kondisi gurun pasir pada umumnya memiliki ciri-ciri daun yang kecil seperti duri, batang pohon relative tebal, dan akar yang panjang.

Melalui struktur tersebut tumbuhan dapat mengurangi penguapan dan mampu mengambil air dari tempat yang dalam, kemudian menyimpannya di dalam jaringan spons.

Contoh vegetasi yang hidup di daerah gurun adalah kaktus, semak-semak akasia, dan pohon-pohon tamar (kurma). Sementara hewan yang terdapat di daerah gurun antara lain belalang dan berbagai jenis hewan pengerat, contohnya hamster dan gerbil.

Demikian, dikutip dari buku Geografi 2 oleh Yusman Hestiyanto; buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono; dan buku Biologi Jilid 1 oleh Diah Aryulina.

Ciri-Ciri Bioma Gurun

Dikutip dari buku Biogeografi oleh Dr. Muhammad Zid, M. Si dapun beberapa ciri-ciri bioma gurun adalah:

  • Curah hujan sangat rendah, ± 25 cm/tahun
  • Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
  • Kelembapan udara sangat rendah
  • Perbedaan suhu siang dengan malam hari sangat tinggi (siang hari suhunya dapat mencapai 45oC dan malam dapat turun sampai 0oC).
  • Tanah yang tandus tidak mampu menyimpan air.

Lingkungan Biotik

Dikutip dari buku Geografi oleh Samadi, S.Pd, M.Si, lingkungan biotik dari bioma gurun adalah sebagai berikut.

a. Flora

Flora dari bioma ini adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan xerofit). Oleh karena itu, tumbuhan yang hidup di wilayah ini sangat sedikit.

Di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Misalnya, kaktus saguaro dan pohon eks gurun.

Pohon kaktus saguaro raksasa dapat ditemukan di gurun-gurun Amerika Utara. Kaktus ini berukuran seperti pohon tingginya mencapai 16 meter dengan akar sepanjang 10 meter. Akar-akar pohon ini kokoh dan padat sehingga bisa menyerap air sebanyak mungkin dan dapat menjaga tanaman dari kencangnya tiupan angin.

b. Fauna

Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedangkan untuk hewan-hewan kecil seperti kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif di pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hanya aktif hidup pada lubang-lubang.

Hewan-hewan gurun yang aktif pada siang hari antara lain ular, unta, burung pemangsa seperti elang ekor merah, harimau ekor layang-layang, kalajengking, laba-laba tarantula, dan burung pengicau gurun.

Hewan-hewan yang aktif pada malam hari (nocturnal), antara lain burung hantu pekik, tikus, kangguru, rubah fennec, dan tokek pemburu malam.

Nah, itu dia detiker tentang penjelasan seputar ciri-ciri bioma gurun. Semoga bisa menambah wawasan. Selamat belajar ya, detikers!

Simak Video “Mengenaskan! 20 Jasad Ditemukan Berserakan di Gurun Pasir Libya
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Mengenal Anggrek, Klasifikasi, dan Manfaatnya yang Harus Diketahui

Jakarta

Para wanita umumnya menyukai anggrek. Warna yang biasanya disukai seperti ungu dan putih.

Mengutip buku Keanekaragaman Bunga (Mawar, Tulip dan Anggrek) oleh Meike Puri Qullana, tanaman ini menjadi tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis anggrek tersebut tersebar dari daerah tropika basah sampai wilayah sirkumpolar, dan sebagian besar jenisnya juga ditemukan di daerah-daerah tropis.

Anggota suku dari anggrek sendiri hidup sebagai tanaman epifit (yang menumpang pada tumbuhan lain), terutama yang asalnya dari daerah tropis.

Tentang Tanaman Anggrek

Berdasarkan sumber buku lain dalam Budidaya Anggrek oleh Livy Winata Gunawan, anggrek merupakan tanaman yang menarik perhatian botanis sejak dua abad yang lalu. Anggrek sendiri masuk dalam golongan taksonomi dan masuk dalam famili Orchidaceae, suatu famili yang besar dan memiliki variasi yang sangat banyak. Famili Orchidaceae sendiri terdiri dari kurang lebih 800 genus dan tidak kurang dari 30.000 spesies.

Klasifikasi Anggrek

Dijelaskan dalam buku oleh Meike Puri Qullana tadi, berikut ini adalah pembagian jenis anggrek yang bisa dilihat dari beberapa hal:

1. Anggrek berdasarkan tipe pertumbuhannya

Anggrek jenis ini terdiri dari dua jenis, yaitu monopodial dan simpodial.

– Monopodial adalah anggrek yang hanya mempunyai satu batang dan satu titik tumbuh saja, dan bunganya tumbuh dari ujung batang. Contoh anggrek ini adalah Vanda sp dan Phalaenopsis sp.
– Sedangkan simpodial adalah anggrek yang memiliki lebih dari satu titik tumbuh, dan tunas baru juga muncul dari sekitar batang utama. Bunganya juga muncul dari pucuk atau sisi batang, ada juga dari akar tunggal. Contoh anggrek ini adalah dendrobium sp, dan cattleya sp.

2. Anggrek berdasarkan tempat tumbuhnya

Selanjutnya, anggrek berdasarkan tempatnya tumbuh terbagi menjadi empat jenis yaitu:

– Anggrek epifit, yang menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inang, serta membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Contohnya yaitu anggrek Cattleya sp.
– Anggrek terestrial, anggrek ini tumbuh di tanah dan juga membutuhkan sinar matahari secara langsung. Contoh anggrek ini adalah Vanda sp.
– Anggrek saprofit, anggrek ini tumbuh di media yang terdapat unsur humus atau daun-daun kering, serta hanya membutuhkan sedikit saja cahaya matahari. Contohnya adalah Goodyear asp.
– Anggrek litofit, anggrek ini tumbuh pada bebatuan, atau tanah yang berbatu serta mampu tahan terhadap cahaya matahari penuh. Selain itu, anggrek jenis ini mengambil makanan dari hujan, udara, dan humus. Contohnya yakni Paphiopedilum.

Manfaat Anggrek

Berdasarkan buku Bunga Anggrek oleh Dyah dan Pipit F, manfaat anggrek di antaranya adalah:

– Sebagai tanaman penghias
– Dijadikan sebagai dekorasi ruangan hingga dekorasi pelaminan
– Dimanfaatkan sebagai bahan dari minyak wangi, atau minyak rambut
– Dijadikan sebagai pewangi dan perasa vanilla, anggrek yang digunakan yaitu anggrek tropis Vanilla Planifolia
– Umbi dari tanaman anggrek congkok atau anggrek tanah, juga bisa dijadikan sebagai obat radang telinga.

Itulah sedikit pembahasan mengenai anggrek yang bisa kita ketahui bersama. Semakin bertambah pengetahuan kalian tentang anggrek ya.

Simak Video “Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Mengenal Belalang Setan yang Bikin Warga DIY Meninggal, Beracunkah?

Jakarta, CNN Indonesia

Belalang setan menjadi ‘tersangka’ usai seorang warga DI Yogyakarta meninggal usai mengonsumsinya. Apa benar dia bisa menyebabkan keracunan?

Musri (53), seorang warga Selorejo, Sodo, Paliyan, Gunungkidul, DIY, diduga meninggal akibat mengonsumsi belalang bulus alias belalang setan.

Kapolsek Paliyan AKP Solechan mengatakan korban diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi belalang bulus bersama suaminya, pada Sabtu (3/12). Dua hari kemudian, korban meninggal.

Benarkah belalang ini beracun bagi manusia?

Belalang setan, yang memiliki nama latin Aularches miliaris, berulang kali diteliti oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) karena statusnya sebagai hama pertanian dan bersifat polifagus alias memakan banyak jenis tanaman.

Di antaranya, daun jeruk, tebu, dadap, kelapa, pisang, lempeni, kakao, kayu jati, singkong, jambu mete, jambu biji, mangga, karet, hingga kopi.

Belalang ini pernah mengalami ledakan populasi dan menjadi hama pertanian di Gunung Kidul, 2018.

Tim dari Fakultas Biologi, yang terdiri dari Sudaryadi, Soenarwan Hery Purwanto, serta Hari Purwanto, dalam studinya menemukan bahwa belalang ini masih bersifat lokal di perbatasan dusun Baleharjo dan Karangrejek, Gunungkidul.

“Belalang setan, merupakan belalang yang aktif di malam hari, memiliki pergerakan yang lambat, dengan demikian, bila pengendalian dirasakan bisa dilakukan dengan menangkap secara manual,” kata tim peneliti dari Fakultas Biologi UGM, dikutip dari situs resminya.

Peneliti juga mengungkap belalang setan memiliki siklus hidup yang relatif cukup lama dibandingkan dengan jenis belalang lainnya. Siklus hidup belalang setan yang dipelihara di laboratorium berkisar antara 9-10 bulan, dengan empat bulan di antaranya dalam fase telur.

Telurnya berkelompok dimasukkan ke dalam lubang tanah sedalam 7,62 cm dengan diameter 1,27 cm. Setelah menetas usai 4 bulan, ia menjalani fase nimfa selama 4 bulan, serta tahap imago sekitar satu bulan.

Pertahanan diri

Dalam penelitian yang sama dengan tim Fakultas Biologi di Gunungkidul pada 2018, tim dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM yang dipimpin oleh Ketua Departemen Witjaksono dan dua orang dosen lainnya, yaitu Alan Soffan dan Suputa, menemukan sejumlah fakta unik.

Bahwa, ukuran betina lebih besar dibandingkan jantan. Hal ini bisa diamati dengan mudah ketika mereka sedang kawin.

Belalang ini agak berbeda dengan belalang pada umumnya yang makan pada saat siang hari, belalang setan makan pada saat malam hari. Pergerakannya amat lamban, tidak gesit. Bila hendak dipegang, ia lebih memilih menjatuhkan diri daripada meloncat terbang sehingga sangat mudah ditangkap.

Lalu apa yang bisa buat dia bertahan di alam liar? Para pakar mengungkap setidaknya ada tiga jenis pertahanan diri belalang setan.

Pertama, warnanya yang mengkilat dan cerah mencolok yang menandakan bahwa belalang ini berbisa.

Dikutip dari situs Fakultas Pertanian UGM, Aularches miliaris memang memiliki tubuh seperti belalang biasa dengan warna yang cerah dan menarik. Kepala dan dada (thorax) berwarna biru gelap dengan garis kuning di bawah mata sampai ke atas mulut.

Dada bagian dorsal memiliki gerigi, tungkai berwarna biru gelap, pada femur tungkai belakang terdapat gerigi berwarna kuning, abdomen berwarna merah cerah dengan garis-garis hitam, sayap depan (tegmina) berwarna dasar hijau-coklat dengan bintik-bintik kuning seperti motif macan tutul.

“Warna tubuh yang berwarna-warni ini berfungsi sebagai pertahanan diri dari predator atau musuh alaminya,” demikian pernyataan di situs UGM itu.

Kedua, belalang yang masuk anggota Famili Pyrgomorphidae, ordo Orthoptera, ini juga memiliki perilaku pertahanan diri berupa busa atau cairan yang berbau busuk (evil-smelling) yang keluar dari dadanya.

Ketika dipegang manusia pun, belalang setan mengeluarkan cairan berupa busa “yang menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang”.

Tim pun merekomendasikan orang yang kulitnya sensitif untuk menggunakan sarung tangan yang terbuat dari karet agar tidak iritasi saat tersentuh langsung oleh cairan belalang setan.

“Cairan tersebut keluar dari bagian toraksnya yang berfungsi sebagai pertahanan diri dari predatornya, selain itu juga rasanya pahit dan bisa meracuni sebagian predatornya,” kata tim UGM.

Meski begitu, tim peneliti Fakultas Biologi UGM menyatakan “Cairan tersebut memang berbau menyengat, darimana nama belalang itu didapat, namun tidak beracun bagi manusia”.

“Cairan tersebut bermanfaat sebagai salah satu cara mempertahankan diri mereka terhadap mangsanya,” lanjut keterangan itu.

Pertahanan dirinya juga dilengkapi dengan suara berderit atau derikan (sama seperti suara yang dikeluarkan pada saat mating atau kawin).

“Oleh sebab itu belalang ini sering disebut sebagai belalang setan. Selain belalang setan, Aularches miliaris juga disebut sebagai belalang busa, belalang tutul utara atau belalang kopi,” tutur Faperta UGM.

Meski sempat melimpah di DIY, belalang setan disebut terancam punah di India bagian selatan.

(tim/arh)





Mengenal Belalang Setan yang Diduga Tewaskan 1 Warga Gunungkidul

Solo

Warga Pedukuhan Selorejo, Sodo, Paliyan, Gunungkidul, Musri (53) meninggal diduga karena menyantap belalang setan yang dimasaknya di ladang bersama suaminya. Apa itu belalang setan? Berikut penjelasan dari tim peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ciri-ciri Belalang Setan

Melansir situs resmi Fakultas Biologi UGM, belalang setan merupakan belalang anggota Famili Pyrgomorphidae dan ordo Orthoptera. Kepala dan thorak belalang ini berwarna gelap kebiruan dan bagian lateralnya (pinggir) berwarna kuning cerah. Adapun abdomen (bagian tubuh di belakang dada atau toraks) bagian tergit dan sternit berseling merah dan kuning.

Menurut artikel dalam situs biologi.ugm.ac.id yang diakses detikJateng pada Senin (5/12/2022), warna-warni badan belalang itu sebagai peringatan untuk menjauhkan diri dari predator.



Selain itu, belalang setan juga memiliki perilaku yang unik. Apabila belalang setan terganggu, mereka akan mengeluarkan busa dari bagian toraks (bagian di belakang kepala serangga).

“Cairan tersebut memang berbau menyengat, dari mana nama belalang itu didapat, namun tidak beracun bagi manusia. Cairan tersebut bermanfaat sebagai salah satu cara mempertahankan diri mereka terhadap mangsanya,” dikutip detikJateng dari situs biologi.ugm.ac.id.

Menurut situs Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, belalang ini agak berbeda dengan belalang pada umumnya yang makan pada saat siang hari. Belalang setan makan pada saat malam hari.

Belalang setan adalah belalang pemakan segala. Di Srilanka, belalang tersebut menyukai tumbuhan dadap, kelapa, Areca dan pisang.

Dalam situs hpt.faperta.ugm.ac.id disebutkan, pergerakan belalang ini lamban atau tidak gesit. Jika hendak dipegang, belalang ini lebih memilih menjatuhkan diri daripada meloncat terbang.

“Ketika dipegang manusia dan merasa terganggu, belalang setan mengeluarkan cairan berupa busa yang menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang dan juga mengeluarkan bunyi seperti derikan,” dikutip dari artikel di hpt.faperta.ugm.ac.id.

Cairan tersebut keluar dari bagian toraksnya yang berfungsi sebagai pertahanan diri dari predatornya. Cairan juga terasa pahit dan bisa meracuni sebagian predatornya.

“…bagi sebagian orang yang kulitnya sensitif sebaiknya menggunakan sarung tangan yang terbuat dari karet agar cairan yang dikeluarkan oleh belalang setan tidak bersinggungan langsung dengan kulit yang meyebabkan iritasi,” tulis artikel itu.

Hasil penelitian Fakultas Biologi UGM tahun 2018 ada di halaman selanjutnya.

Mengenal Restoran Dapoer Kecombrang Surabaya, Sajikan Menu Rumahan

Surabaya

Namanya Dapoer Kecombrang Surabaya. Dinamakan Dapoer Kecombrang Surabaya, karena menu makanan yang disajikan didominasi bahan dasar kecombrang.

Kecombrang sendiri merupakan tumbuhan rempah nusantara yang serba guna. Karena khasiatnya, kecombrang kerap digunakan untuk bahan campuran masakan dan minuman.

Tumbuhan yang punya nama lain honje ini umumnya berwarna merah dan berbentuk kuncup mekar seperti bunga. Pada bagian buah, bijinya dan batangnya biasanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Owner Dapoer Kecombrang, Emanuel Sutjipto Widarta mengaku mengenal kecombrang secara tak sengaja pada tahun 2017. Saat itu ia mencoba kuliner dengan menggunakan sambal kecombrang.

Sejak saat itu, ia mulai jatuh hati dengan kecombrang. Tak hanya itu, ia juga berinisiatif membuka restoran yang makanan berbahan dasar kecombrang.

“Setelah saya pertimbangkan dengan keluarga, saya putuskan berani dan mulai operasional resto pada 20 Oktober 2020. Kemudian, menamakannya Dapoer Kecombrang,” kata Sutjipto kepada detikJatim, Jumat (2/12/2022).

Lokasi restorannya ada di Jalan Wonorejo Timur, Surabaya. Hingga kini, total sudah ada sekitar 20 menu yang ditawarkan yang seluruhnya berbahan dasar kecombrang.

“Sampai sekarang, ada sekitar 20 menu setiap hari yang kami sajikan,” tuturnya.

Gayung bersambut, rupanya restoran yang didirikan mendapat sambutan positif. Ini terbukti dengan pesanan yang jumlahnya hingga ratusan.

“Untuk pre-order ada sampai ratusan menu dengan bahan dasar kecombrang,” ujar suami dari Syanei Oktavianly itu.

Menurut Sutjipto, ramainya usaha yang dirintisnya ini karena restoran yang menawarkan menu sajian dengan kecombrang hampir tak ada. Ia bahkan berani menyebut bahwa restoran miliknya merupakan satu-satunya.

“Untuk memulai bisnis, tentu harus punya diferensiasi (Perbedaan) yang tinggi,” katanya.

Menurutnya, menu berbahan kecombrang yang ditawarkan semakin mendapat sambutan karena selalu dipadukan dengan makanan khas nusantara. Sehingga tak jarang dari kalangan masyarakat hingga pejabat banyak yang memujinya.

“Menu-menu saya adalah menu nusantara, saya ciptakan sendiri. Sehingga, tidak hanya orang Surabaya saja yang menikmati. Pak Dahlan Iskan sampai DPR pernah berkunjung ke sini, memuji langsung masakan kecombrang,” ujar dia.

“Sambal dengan kecombrang lebih segar dan menyehatkan. Makannya, menu saya khas nusantara, menu ala pulang kampung, lebih ke rumahan. Misalnya ini, signature kita ya gule ini, karena perpaduan Timur Tengah, Melayu, dan Morotai,” tutupnya.

Simak Video “Bermalam di Hotel Joglo Kecombrang dengan Nuansa yang Asri
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)

Mengenal Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan

Jakarta, CNN Indonesia

Sama halnya seperti manusia, tumbuhan juga melakukan proses reproduksi untuk berkembang biak. Reproduksi tumbuhan dilakukan secara vegetatif dan generatif. Seperti apa perbedaan perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada tumbuhan?

Mengutip Buku IPA Paket B Setara SMP/MTs Kelas IX Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berjudul ‘Reproduksi pada Makhluk Hidup’, perbedaan vegetatif dan generatif adalah pada proses reproduksinya.

Perkembangbiakan vegetatif adalah secara aseksual atau tanpa memerlukan alat kelamin jantan dan betina. Sementara perkembangbiakan generatif adalah secara seksual, sehingga perlu alat kelamin jantan dan betina.

Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan

Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan adalah proses reproduksi tanpa fase peleburan sel telur jantan dengan sel telur betina.

Selanjutnya, perkembangbiakan vegetatif ada yang bersifat alami, tetapi ada juga yang buatan. Berikut perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan beserta contohnya.

Vegetatif Alami

Berikut perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif alami.

1. Tunas

Tunas dapat tumbuh melalui pangkal batang, akar, dan daun. Contohnya terjadi pada pohon pisang dan cocor bebek.

2. Umbi akar

Umbi akar baru akan tumbuh dari bagian sisa batang jika umbi akar tersebut ditanam. Contohnya bunga dahlia dan wortel.

3. Umbi batang

Umbi batang tumbuh dengan memasukkan batang tanaman ke dalam tanah untuk menyimpan cadangan makanan. Contohnya di kentang, talas, dan ubi jalar.

4. Umbi lapis

Umbi lapis dengan daun yang berlapis dan membentuk umbi. Contohnya, bawang merah, bawang bombay, bawang putih, dan bunga tulip.

5. Geragih

Geragih adalah batang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Contohnya di tanaman arbei dan semanggi.

6. Akar tinggal

Akar tinggal atau rhizoma adalah perkembangbiakan dengan batang yang tertanam dan tumbuh secara mendatar di dalam tanah. Contohnya biasa terjadi pada tanaman lengkuas, jahe, temulawak, kunyit, hingga kencur.

7. Spora

Spora adalah proses perkembangbiakan dengan spora yang berbentuk seperti biji kecil di bagian bawah daun. Contohnya biasa dilakukan di tanaman paku.

8. Membelah diri

Membelah diri adalah proses perkembangbiakan dengan membelah sel yang dimiliki. Biasanya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah, seperti ganggang.

Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan yang prosesnya diupayakan oleh manusia untuk memperoleh individu baru dengan sifat yang lebih baik. Berikut jenis vegetatif buatan.

1. Cangkok

Perkembangbiakan dilakukan dengan mengupas kulit batang dan membungkusnya dengan tanah agar tumbuh akar di bagian tersebut. Biasanya dilakukan pada pohon mangga, jeruk, dan jambu.

2. Okulasi

Perkembangbiakan dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman unggulan ke batang tanaman lain. Contohnya menggabungkan mangga harum manis dengan mangga manalagi.

3. Setek

Perkembangbiakannya dilakukan dengan memotong bagian tumbuhan kemudian ditanam ke tanah. Contohnya, cocor bebek, begonia, dan sri rejeki.

4. Merunduk

Perkembangbiakannya dilakukan dengan memasukkan batang tanaman ke dalam tanah hingga muncul tanaman baru. Contohnya tebu, apel, dan melati.

5. Mengenten

Perkembangbiakannya dilakukan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas dari dua tumbuhan yang sejenis. Contohnya pada jeruk, jambu, dan durian.

Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah perkembangbiakan secara seksual. Prosesnya terdiri dari penyerbukan dan pembuahan.

Setelah itu akan menghasilkan buah atau biji tumbuhan. Kemudian, akan menghasilkan tumbuhan baru.

Masih dalam pembahasan perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada tumbuhan, berikut macam-macam dan contoh perkembangbiakan generatif.

1. Berdasarkan jenis biji tumbuhan

Penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae)

Proses penyerbukan dilakukan dengan menempelkan serbuk sari ke mikrofil dan terjadi pembuahan tunggal.

Biasanya, proses penyerbukan ini dibantu oleh angin. Contoh tumbuhan biji terbuka, yaitu melinjo, pinus, damar, pakis haji, dan cycas.

Penyerbukan pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae)

Proses penyerbukan dilakukan dengan menempelkan serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda.

Alat reproduksinya adalah bunga, terdiri dari benang sari yang merupakan alat kelamin jantan dan putik yang merupakan alat kelamin betina.

2. Berdasarkan asal serbuk sari

Penyerbukan sendiri (outogami)

Proses penyerbukannya terjadi pada satu bunga yang sama, baik serbuk sari dari benang sari dan putiknya, sama-sama dari satu bunga yang sama.

Penyerbukan tetangga (geitonogami)

Proses penyerbukannya berasal dari bunga yang berbeda, namun masih satu individu atau satu tumbuhan.

Penyerbukan silang (alogami)

Proses penyerbukannya berasal dari bunga yang berbeda, tumbuhan yang berbeda, tetapi satu jenis.

Penyerbukan bastar (hibridogami)

Proses penyerbukannya berasal dari bunga yang berbeda, tumbuhan yang berbeda, dan jenis yang berbeda.

3. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik

Penyerbukan dengan bantuan angin (anemogami)

Proses penyerbukannya dibantu oleh angin. Jadi angin membawa terbang serbuk sari dari bunga yang satu sampai akhirnya menempel ke bunga yang lain.

Biasanya terjadi pada tumbuhan yang tidak memiliki bunga, seperti padi, jagung, dan rumput-rumputan.

Penyerbukan dengan bantuan air (hidrogami)

Proses penyerbukannya dibantu oleh air. Misalnya pada eceng gondok dan teratai.

Penyerbukan dengan bantuan hewan (zoidiogami)

Proses penyerbukannya dibantu oleh hewan. Biasanya hal ini terjadi pada bunga dengan ukuran besar dan memiliki mahkota bunga yang mencolok, sehingga dihinggapi hewan.

Selain itu, juga memiliki kelenjar madu dan serbuk sarinya bersifat lengket. Proses penyerbukan ini biasa terjadi pada tumbuhan jambu, mangga, jeruk, dan pepaya.

Zoidiogami terbagi tiga, yakni:

  • Entomogami, proses penyerbukan dibantu oleh serangga, seperti lalat, kumbang, dan lebah.
  • Malakogami, proses penyerbukannya dibantu oleh siput atau bekicot.
  • Kiropterogami, proses penyerbukannya dibantu kelelawar.

4. Antripogami

Proses penyerbukannya dibantu oleh manusia, seperti pada pohon vanili dan anggrek.

Demikian informasi seputar perkembangbiakan vegetatif dan generatif pada tumbuhan. Semoga bermanfaat.

(uli/juh)




Mengenal Flamboyan hingga Soga di Hari Menanam Pohon

Surabaya

Tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Menanam Pohon. Ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kelestarian pohon.

Menjaga kelestarian pohon harus dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim. Di mana, semakin hari semakin banyak bencana di mana-mana.

Melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2008, pemerintah menetapkan Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN). Yakni pada Bulan Desember setiap tahunnya.

Manfaat Penanaman Pohon:

  • Menghasilkan oksigen dan mengurangi karbondioksida.
  • Menahan laju air dan erosi.
  • Menjaga kesuburan tanah dan air hujan
  • Lingkungan menjadi nyaman dan rindang
  • Mengurangi zat pencemar udara

Jika memungkinkan, Anda bisa menanam pohon di sekitar rumah. Berikut sederet tanaman yang direkomendasikan, seperti dikutip dari situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta

1. Flamboyan

Flamboyan memiliki nama ilmiah Delonix regia. Biasanya, flamboyan hidup di iklim tropis atau sub-tropis.

Bunga flamboyan memiliki 4 kelopak merah tua atau oranye merah, yang melebar hingga 8 cm. Selain itu, flamboyan menyukai tanah berpasir atau lempung yang terbuka, yang kaya akan bahan organik.

Bunga flamboyan kerap mekar pada musim peralihan atau pancaroba, dari kemarau ke musim hujan.

2. Bungur

Bungur merupakan tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Bunga yang memiliki nama ilmiah Lagerstroemia speciosa ini hanya mekar sekali setahun.

Bunganya berwarna putih ungu. Sementara daunnya yang kerap meranggas berbentuk lonjong sampai elips.

3. Angsana

Pohon angsana merupakan penghasil kayu dengan kualitas baik dan mahal harganya. Kayunya kuat, awet dan tahan terhadap cuaca.

Sementara bunganya berwarna kuning cerah dan berkelamin ganda.

4. Soka Jawa

Bunga soka jawa berwarna merah cerah atau agak oranye. Pada bagian mahkota terdapat tabung berisi cairan manis.

Sementara batangnya berwarna cokelat agak kehijauan, dan memiliki beberapa tangkai.

5. Soga

Kulit batang soga bagian dalam biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Pewarna itu bisa untuk membuat batik tulis dengan warna cokelat kekuningan.Sementara bunganya berwarna kuning.

Soga mempunyai beberapa nama lokal di Indonesia. Di Jawa disebut soga jambal, di Madura namanya kaju jhuwek, di Rote disebut lalu loeh dan di Alor namanya lewetter.

Simak Video “Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa Yogyakarta Bagikan 300 Bibit Pohon
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)

Mengenal Kantong Semar, Tumbuhan Insektivora yang Terancam Punah

Jakarta

Kantong semar dengan nama latin Nepenthes adalah tumbuhan yang termasuk golongan insektivora. Tumbuhan insektivora adalah tumbuhan yang memakan serangga dan hewan kecil, di mana tumbuhan insektivora dapat mengeluarkan cairan (enzim tripsin dan pepsin) yang berfungsi untuk menjebak mangsanya.

Mengutip dari buku Cerdas Sains Kelas 4-6 SD oleh Yuliand Setyaningsih, kantong semar tumbuh di daerah yang sedikit mengandung nitrogen dan miskin zat hara. Supaya kebutuhan nitrogen dan nutrisinya dapat tercukupi dengan cara memangsa serangga-serangga kecil.

Morfologi Kantong Semar

Kantong semar dapat hidup secara epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain. Tanaman ini bisa hidup di hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur dan padang savana.

Warna daun kantong semar, umumnya berwarna hijau dan kekuningan, bahkan terkadang daun berwarna merah sampai keunguan. Bentuk daun kantong semar rata-rata lanset (Ovatus) dan lonjong (Oblongos).

Batang kantong semar merambat menyerupai batang tanaman anggur dan tanaman vanili. Warna batangnya umumnya berwarna hijau, terkadang berwarna ungu tua atau merah. Ketebalan batang kantor semar 0-3 mm.

Batang dan bentuk daun kantor semar memiliki bentuk berbeda-beda tergantung masing-masing spesiesnya, dan terkadang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan antar spesies seperti dikutip dari jurnal Jenis Dan Karakteristik Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes Spp.) Di Kawasan Burni Ramung Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues oleh Sri Murni.

Mengutip di buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif oleh Nanda Hidayati, kantong semar memiliki daun yang berbentuk seperti piala, di mana bagian dalam daun tersebut mengeluarkan nektar (cairan manis pembuat madu) untuk memancing serangga datang mendekatinya.

Di dinding daun juga dilapisi lilin, menyebabkan serangga yang datang akan jatuh terpeleset masuk ke dalam perut kantong semar dan sulit untuk keluar. Serangga yang sudah di dalam perut kantong semar selanjutnya mengalami proses pencernaan.

Pada proses mencerna serangga, kantong semar dibantu oleh dua macam cairan (enzim), yakni enzim kitinase yang berfungsi untuk memecah kerangka keras miliki serang dan asam fosftase yang bertugas menyerap kandungan fosfor yang ada di dalam serangga seperti dikutip dari Candrajiwa Indonesia, GLOSARIUM (Kamus Ringkas) 2021 oleh Budhi Setiano Purwowiyoto.

Persebaran kantong semar di Indonesia tercatat telah ditemukan di Kalimantan 32 jenis, Sumatera 29 jenis, Sulawesi 10 jenis, Papua 9 jenis, Maluku 4 jenis dan Jawa 2 jenis. Sedangkan menurut data yang dikeluarkan LIPI menyatakan bahwa pada tahun 2001-2012 telah tersimpan 59 jenis. Kemudian, Laporan LIPI tahun 2013 hasil koleksi kantong semar telah bertambah menjadi 72 jenis dari berbagai pulau di Indonesia.

Seperti dikutip dari jurnal Eksplorasi Dan Karakterisasi Kantong Semar (Nepenthes Sp) Di Kawasan Hutan Jalan Merek-Sidikalang, Lae Pondom, Merek, Kabupaten Karo oleh Muhammad Rafi’I Ma’arif Tarigan penemuan kantong semar di Indonesia diantaranya, di Kalimantan Utara berjenis Nepenthes rajah. Di Gunung Slamet, Purworejo, Jawa Tengah berjenis Nepenthes adrianii.

Adapun di Taman Wisata Baning, Sintang, Kalimantan Barat menemukan 4 jenis kantong yaitu Nepenthes ampullaria, Nepenthes bicalcarata, Nepenthes rafflesiana, dan Nepenthes reinwardtiana.

Manfaat Kantong Semar

Kantong semar memiliki beberapa manfaat, antara lain manfaat ekologi kantong semar digunakan sebagai pengendali hama. Manfaat medis terdapat pada cairan kantong semar yang masih tertutup sebagai obat mata, obat batuk, mengecilkan pori-pori dan kulit yang terbakar. Batang kantong semar digunakan sebagai tali pengikat sangkar burung dan pagar.

Serta, manfaat estetika untuk digunakan sebagai tanaman hias, seperti dikutip dari jurnal Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) PT. Muara Sungai Landak Kabupaten Mempawah oleh Waironius Jeffri, dkk.

Kantong Semar Terancam Punah

Mengutip dari jurnal KAJIAN KANTONG SEMAR DI HUTAN LINDUNG GUNUNG MAHAWU oleh Anggel Ulundeda, Dkk.
Kantong semar merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dilindungi karena menjadi kekayaan Indonesia.

Kantong semar menjadi floral yang dilindungi di Indonesia, karena mengalami tekanan akibat eksploitasi yang berlebihan dan kerusakan habitat. kerusakan habitat yang terjadi diantaranya, bencana alam, pertambangan, dan konversi menjadi lahan pertanian.

Pemerintah memberikan status konservasi tanaman kantong semar termasuk tanaman yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies mengalami ancaman kepunahan. Bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endangered (kritis) dan empat lainnya berstatus Endangered (terancam).

Berdasarkan P.106 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi di Indonesia, 3 jenis merupakan tumbuhan yang dilindungi yaitu Nepenthes gymnamphora Nees, Nepenthes lingulata. Jenis kantong semar yang dilindungi IUCN Red List karena berstatus Critical endangered yaitu Nepenthes sumatrana.

Simak Video “Upaya Menjaga Kantong Semar, Tanaman Langka Gunung Slamet
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Mengenal 11 Struktur Sel Tumbuhan, Apa Saja?

Jakarta, CNN Indonesia

Tumbuhan sebagai makhluk hidup juga memiliki sel seperti manusia. Sel adalah bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup, baik secara struktural maupun fungsional.

Untuk mengetahuinya, kita harus tahu struktur dari sel tumbuhan terdiri dari apa saja.

Struktur Sel Tumbuhan

Mengutip Buku Pengayaan Materi IPA SD berjudul Struktur Fungsi & Metabolisme Tubuh Tumbuhan karya Dedi Herawadi, berikut penjelasan mengenai struktur sel tumbuhan dan fungsinya.

1. Dinding sel




Close-up image of violet high altitude wildflowers (Aconitum napellus) against a rocky background in the Cirque de Troumouse, Pyrenees National Park, FranceIlustrasi. Sel tumbuhan terdiri dari apa saja? Yakni mulai dari dinding sel sebagai lapisan terluar (Foto: iStockphoto/Razvan)

Dinding sel adalah lapisan terluar dari sel yang mengelilingi dan membatasi ruang sel untuk berkembang. Dinding sel pada tumbuhan memiliki struktur yang fleksibel, kuat, tetapi terdapat juga lapisan kakunya.

Dinding sel terdiri dari dinding primer, sekunder, dan lamela tengah. Dinding sel terbentuk dari selulosa sejenis karbohidrat, pektin, lignin, dan hemiselulosa.

Fungsi dinding sel adalah untuk menjaga tekanan turgor dan memberi bentuk sel tumbuhan. Selain itu, dinding sel juga berfungsi untuk melindungi sel, tempat pertukaran zat seperti protein dan molekul kecil yang keluar masuk dari sel, hormon sel, dan penyimpan karbohidrat.

2. Membran sel

Membran sel adalah selaput dari molekul lemak dan protein Fungsinya untuk melindungi isi sel, mengatur keluar masuknya molekul-molekul, sampai menerima rangsangan dari luar sel atau reseptor.

3. Inti sel

Inti sel atau nukleus adalah organel sel tumbuhan yang terbesar. Biasanya, letaknya ada di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Inti sel terdiri dari lapisan selaput, nukleolus atau anak inti, nukleoplasma, dan kromosom atau kromatin.

Selain itu, ada juga membran sel di dalam inti sesl yang menyelimuti seluruh inti sel. Inti sel berfungsi untuk mengatur semua kegiatan sel, mengatur pembelahan sel, dan menyimpan informasi genetik.

4. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian yang cair di dalam sel. Fungsinya sebagai pelarut zat-zat kimia serta menjadi media terjadinya reaksi kimia sel.

Di sekitar sitoplasma terdapat organel-organel sel bersifat hidup dengan menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.

5. Plastida

Sel tumbuhan terdiri dari apa saja? Berikutnya adalah plastida, yaitu organel yang dinamis karena mampu membelah, tumbuh, dan berdiferensiasi menjadi berbagai bentuk.

Pada daun, plastida berwarna hijau dan disebut krolopas yang mengandung klorofil atau zat hijau daun. Kloroplas berfungsi pada fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat.

6. Vakuola

Vakuola adalah organel dengan volume terbesar di sel tumbuhan. Isinya berupa cairan dengan rongga yang diselaputi membran.

Cairan dalam vakuola adalah air yang di dalamnya terlarut zat seperti enzim, alkaloid, lipid, garam mineral, asam, termasuk juga asam amino, asam organik, glukosa, dan gas.

Fungsinya, yaitu menyimpan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa, pigmen, dan minyak atsiri. Lalu, juga sebagai tempat mengatur turgiditas sel dan penimbun sisa metabolisme dan metabolik sekunder.

7. Ribosom




Orthosiphon aristatus or cat's whiskers in flower gardenIlustrasi. Sel tumbuhan terdiri dari apa saja (Foto: Getty Images/iStockphoto/jaminwell)

Ribosom adalah organel sel terkecil di dalam inti sel tumbuhan. Fungsinya sebagai tempat sintesis protein.

8. Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma terdiri dari bagian yang halus dan kasar. Bentuknya seperti benang dan bermuara di inti sel.

Fungsinya untuk mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetik antara inti sel dengan sitoplasma dan sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.

9. Mitokondria

Fungsi mitokondria pada sel tumbuhan sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan energi ATP dan tempat berlangsungnya siklus Krebs.

Mitokondria terdiri dari membran luar dan membran dalam yang mirip dengan membran plasma.

10. Badan golgi

Badan golgi adalah organel polimorfik yang tersusun dari membran berbentuk kantong pipih (siterne) atau gelembung putih atau mangkok. Ini ibaratnya pembuluh di dalam sel.

Letaknya di antara retikulum endoplasma dan membran plasma. Fungsinya, untuk memilah dan mengirim produk sel serta terlibat dalam sekresi.

11. Mikrotubulus dan mikrofilamen

Mikrotubulus adalah bagian sel yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel atau ibaratnya rangka sel. Sementara mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

Demikian informasi mengenai sel tumbuhan terdiri dari apa saja? Semoga bermanfaat.

(uli/juh)




Kunci Determinasi Bantu Siswa Mengenal Tumbuhan

RADARSEMARANG.ID, Keanekaragaman hayati berupa flora di lingkungan SMAN 1 Bojong Kabupaten Tegal tergolong melimpah.

Ada tumbuhan penutup tanah, semak, perdu dan pohon. Tumbuhan lumut, paku, tumbuhan biji terbuka dan tumbuhan biji tertutup.

Dari sekian banyak jenis, dapat kita jumpai beberapa tanaman yang merupakan kelompok tanaman sayur. Artinya dapat dimanfaatkan sebagai lalaban atau bahan pecel atau jenis sayur lainnya.

Ada juga yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal. Hal tersebut didukung letak geografis, topografi, dan lingkungan di daerah perbukitan.

Tapi sayang tidak semua tumbuhan yang ada dapat dikenali oleh siswa. Hal tersebut dimungkinkan ketidaktahuan siswa terhadap manfaat tanaman tersebut. Untuk itu dilakukan kegiatan pengenalan tumbuhan melalui kegiatan identifikasi dengan bantuan kunci determinasi.

Kunci determinasi yang disajikan masih berupa kunci determinasi tumbuhan sederhana. Dibuat untuk memudahkan siswa dalam mengidentifikasi tumbuhan.

Kunci determinasi tumbuhan merupakan suatu kunci yang berguna dalam mengidentifikasi tumbuhan berupa keterangan mengenai ciri-ciri yang merupakan kegiatan taksonomi atau klasifikasi. Dalam langkah kunci determinasi terdapat dua alternatif ciri yang berlawanan.

Pada kunci determinasi tumbuhan juga berisi deskripsi tentang ciri-ciri yang berlawanan. Sehingga satu bagian ditolak dan bagian yang lain dapat diterima.

Hal tersebut terus berlanjut sampai pada akhirnya akan diperoleh suatu jawaban yang merupakan identifikasi tumbuhan yang di maksud.

Penggunaan referensi harus mencakup semua kemungkinan yang akan terjadi dalam proses identifikasi. Sehingga tumbuhan yang akan diidentifikasi harus dideskripsikan semua bagian morfologinya. Mulai dari bagian akar, batang daun bahkan bunga.

Menurut Simpson (2006), identifikasi tumbuhan dapat dilakukan dengan empat metode. Di antaranya kunci taksonomi, menulis deskripsi tumbuhan, membandingkan spesimen, membandingkan gambar, dan pendapat lembaga atau ahli.

Identifikasi tumbuhan adalah serangkaian proses pengenalan tumbuhan untuk mengetahui jenis tumbuhan secara detail dan lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Proses identifikasi tumbuhan bertujuan mengetahui identitas dari tumbuhan yang belum diketahui.

Kunci dikotomi merupakan sebuah langkah atau cara dalam mengenali makhluk hidup serta pengelompokan pada takson.

Kunci dikotomis terdiri atas deretan pernyataan yang merupakan dua baris dalam mengelompokkan makhluk hidup.

Dalam setiap kuplet harus menyertakan nomor. Lalu dalam kunci determinasi, kata yang pertama dalam setiap pernyataan dari satu kuplet harus identik.

Kunci determinasi tumbuhan adalah petunjuk yang dapat digunakan menentukan famili, ordo, genus dan spesies tumbuhan.

Kunci ini terdiri atas deretan pernyataan yang terdiri dari dua baris dan berisi deskripsi dari ciri-ciri tumbuhan yang disajikan dengan ciri yang berlawanan.

Deskripsi karakter dari ciri morfologi yang mudah diamati dan menggunakan istilah umum sehingga mudah dimengerti oleh semua orang.

Dengan bantuan kunci determinasi siswa lebih banyak mengenal tumbuhan dengan cara mengobservasi, mengidentifikasi, membandingkan specimen, mengumpulkan data, menyimpulkan dan selanjutnya mengkomunikasikan.

Keaktifan siswa dalam kegiatan di lingkungan sekolah diharapkan siswa lebih giat belajar, berlatih, berpikir kritis, peduli terhadap lingkungan, dan siswa dapat belajar secara efektif. (wa/fth)

Guru Biologi SMAN 1 Bojong, Kabupaten Tegal